Penyakit Ini Bikin Pria Langsung Flu Setelah Orgasme

DokterSehat.Com – Seorang ilmuwan di Belanda mengatakan telah ditemukan suatu sindrom misterius yang menyebabkan seorang jatuh sakit setelah mengalami orgasme. Penyakit yang dihasilkan dapat bervariasi, tetapi paling sering berupa influensa.

12

Sindrom ini dikenal dengan nama Post Orgasmic Illness Syndrome atau POIS dan telah didokumentasikan sejak tahun 2002. Pria yang terkena POIS akan merasakan gejala-gejala mirip flu, misalnya demam, hidung berair, badan pegal-pegal dan mata terasa seperti terbakar setelah mereka mengalami ejakulasi. Gejala-gejala ini dapat berlangsung selama 1 minggu.

Diduga POIS disebabkan oleh alergi terhadap semen yang dikeluarkan pria tersebut saat ejakulasi dan pengobatan yang dapat dilakukan dikenal dengan nama hyposensitization therapy dapat mengurangi gejala-gejala yang terjadi.

Walaupun sudah didokumentasikan sejak tahun 2002, Post Orgasmic Illness Syndrome tidak dikenal luas oleh para dokter keluarga dan para ahli mengatakan pria penderita POIS juga merasa malu untuk menceritakan tentang gejala yang dialami dan juga merasa bingung tentang apa yang terjadi pada tubuhnya. Sindrom ini sendiri juga sangat jarang terjadi dan kebanyakan pria yang terkena sindrom ini kebanyakan tidak menyadari kondisinya sehingga tidak mencari pengobatan dokter.

Pada Studi ini, sebanyak 45 pria Belanda didiagnosa terkena POIS. Mereka tidak merasa sakit saat mereka melakukan masturbasi tanpa ejakulasi, tetapi saat cairan semen keluar dari testis, mereka langsung merasa sakit dan terkadang hanya dalam waktu beberapa menit sejak keluarnya semen.

33 orang diantara mereka setuju untuk melakukan tes alergi standar yaitu skin-prick allergy test dengan menggunakan cairan semen mereka sendiri dan sudah diencerkan. 29 orang dari mereka atau sebanyak 88% mendapat hasil positif yang mengindikasikan respon autoimun atau reaksi alergi.

Baca Juga:  Kenali 2 Tipe Kanker Pita Suara Ini Yuk

Pada studi berikutnya, tim peneliti yang sama memutuskan untuk melakukan pengobatan terhadap 2 sukarelawan dengan menggunakan hyposensitization therapy, yang merupakan tehnik mengobati alergi dan sudah dikenal luas. Terapi ini menggunakan cara mengekspose tubuh dengan zat alergen dalam waktu beberapa tahun.

Dalam terapi POIS, sukarelawan diberikan suntikan berisi cairan semen mereka sendiri di bawah kulit. Pada awalnya cairan semen diencerkan sampai sangat encer, makin hari tingkat keenceran semen makin dikurangi. Hasilnya setelah menjalani pengobatan selama 3 tahun, para sukarelawan tersebut mengalami penurunan gejala POIS secara signifikan.
Memang pengobatan ini memerlukan waktu yang sangat lama. Begitupun penyakit-penyakit sama yang disebabkan oelh reaksi alergi. Terkadang memerlukan waktu selama 5 tahun untuk mengobati penyakit alergi.