Penyakit Gangren Luka Kronis Dikaki Pengancam Diabetes

DokterSehat.Com – Penumpukan plak yang terdiri dari kolesterol serta zat lainnya, dapat terjadi di seluruh pembuluh darah. Apabila lokasinya berada di pembuluh darah jantung (koroner), hal ini dapat berujung pada serangan jantung. Jika terjadi di bagian pembuluh darah tepi (perifer), dapat menyebabkan gangguan pada bagian tubuh seperti kaki.

10

Penyumbatan pembuluh darah di kaki

Gangren, luka kronis di bagian kaki, merupakan salah satu bentuk gangguan yang sering terjadi akibat adanya penumpukan plak pada pembuluh darah perifer. Kondisi ini sering menyerang penderita diabetes yang kadar gula darah dalam tubuhnya tidak terkontrol.

Menurut dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr Hananto Andriantoro, SpJP, dari RSJPDHK, upaya penyembuhan luka kronis di kaki (gangren) pada penderita diabetes dibutuhkan penanganan yang menyeluruh. Tidak bisa jika hanya dilakukan dengan memberikan antibiotik saja dan perawatan luka biasa. Menurutnya, butuh pemeriksaan lebih dalam apakah ada penyumbatan dan penyempitan pada pembuluh darah kaki. Jika ada, maka sumbatan tersebut harus dibuka. Hal ini dikarenakan sumbatan tersebut adalah penyebab utama terjadinya luka.

Aliran darah akan terhambat jika mengalami sumbatan pada pembuluh darah kaki, sehingga akan ada jaringan yang tidak bisa mendapatkan pasokan oksigen dan makanan. Kondisi ini akan membuat jaringan menjadi mati seiring berjalannya waktu hingga terbentuk luka. Oleh sebab itu, jika sumbatan tidak dibuka, maka akan mempersulit penyembuhan luka.

Ada beberapa cara untuk membuka sumbatan pembuluh darah kaki. Bisa dengan cara operasi pembalonan, atau juga dengan cara pemasangan stent (cincin atau ring), sama seperti penanganan penyakit jantung koroner, bedanya hanya terletak pada lokasi pembuluh darah.

Menurut dokter Hananto, terbukanya sumbatan akan membuat aliran darah lancar kembali, dan hal ini akan membuat penyembuhan semakin lebih mudah. Penjelasan serupa juga dikatakan oleh Thosapol Limpijankit, seorang dokter spesialis jantung & pembuluh darah yang berasal dari Universitas Mahidol. Sama seperti kasus-kasus di Indonesia, di Thailand sebagian besar penderita diabetes yang mengalami gangren seringkali terlambat datang untuk ditangani, sehingga amputasi kerap tidak dapat dihindari.