Penyakit Bursitis Peradangan Bursa

DokterSehat.Com – Bursitis adalah peradangan bursa, kantung berisi cairan kecil yang berfungsi sebagai permukaan meluncur untuk mengurangi gesekan antara jaringan tubuh.
Sebuah bursa dapat menjadi meradang dari cedera, infeksi (jarang di bahu), atau karena kondisi rematik yang mendasarinya.



Penyebab

1. Pemakaian berlebihan selama bertahun-tahun.

2. Cedera.

3. Gout.

4. Pseudogout.

5. Artritis rematoid.

6. Infeksi.

Gejala

Bursitis akut dapat menyebabkan rasa sakit, terutama ketika bursa diregangkan saat kita bergerak. Selain itu bursitis juga dapat menyebabkan bengkak. Bursitis yang terjadi karena disebabkan biasanya disertai dengan eritema, edema , nyeri, dan adanya rasa hangat pada permukaan atas bursa.

Bursitis kronis dapat berlangsung hingga waktu yang cukup lama bahkan hingga beberapa bulan dan bisa sering kambuh. Serangan dapat berlangsung beberapa hari sampai beberapa minggu. Jika peradangan berlanjut dekat sendi, hal ini akan menylutkan sendi untuk bergerak, yang jika terjadi dalam waktu yang cukup lama akan menyebabkan atrofi otot.

Pengobatan

Dalam mengatasi bursitis, pertama orang yang mederita bursiti bisa beristirahat dan melakukan kompres menggunakan es pada daerah cedera. Obat anti-inflamasi terutama kortikosteroid biasanya digunakan untuk dengan cepat mengurangi rasa sakit dan peradangan. Suntikan juga dapat diberikan di lokasi cedera tetapi pengobatan ini tidak dapat diperpanjang dapat menyebabkan efek samping.

Pencegahan

Agar kita dapat meminimalisir terjadinya bursitis, kita dapat melakukan upaya pencegahan dengan melakukan beberapa hal seperti menggunakan pelindung pada otot dan lengan kita. Selalin itu, kita juga disarankan untuk melakukan pemanasan selama sekitar 10 menit dengan melakukan beberapa latihan aerobik ringan, seperti jogging atau berjalan stabil sebelum Anda mulai berolahraga lebih keras. Selain itu kita juga harus melakukan gerakan yang bervariasi, artinya jangan sampai bagian salah satu sendi kita mendapatkan beban dan tugas yang lebih berat.

Baca Juga:  Dokter J. Sarwono

BACA JUGA : Tips Diet Dengan Jeruk Nipis