Penyakit Buang Air Kecil Terus Menerus

Dokter Sehat – Kita semua nya pasti pernah merasakan dong buang air kecil secara terus menerus?? Ternyata itu bukan hal yang sepele, bisa saja berpotensi terkena Diabetes Insipidus. Sudah Banyak yang berpotensi terkena Diabetes Insipidus tapi kebanyakan dari mereka terlalu menganggap remeh hal ini, padahal hal ini dapat sewaktu-waktu membahayakan jiwa siapa saja dan tidak memandang umur.

5

Pertama kita harus tau dulu salah satu fungsi ginjal dan hormon yang mengatur nya, makanan dan minuman yang kita konsumsi akan dicerna oleh saluran pencernaan. Yang berguna bagi tubuh akan diserap masuk ke dalam darah dan digunakan untuk proses metabolism, sedangkan yang tidak dapat diserap ataupun sisa-sisanya (ampas), akan dibuang dalam bentuk tinja. Ada berbagai hormon yang ikut mengatur pengeluaran urin, salah satunya yang penting adalah hormon anti diuretik (ADH = anti diuretic hormon) atau lebih dikenal dengan nama vasopresin. Anti diuretik berarti menahan cairan.

Bila tubuh mendeteksi jumlah cairan di dalam tubuh melebihi normal, maka vasopresin akan dikeluarkan ke dalam darah. Namun sebaliknya, bila terdeteksi jumlah cairan dalam tubuh kurang dari normal, maka vasopresin tidak akan dikeluarkan ke dalam darah. Vasopresin yang ada dalam darah berguna untuk meningkatkan permeabilitas epitel duktus pengumpul ginjal (salah satu komponen ginjal) terhadap air, sehingga jumlah urin yang dihasilkan meningkat.
Sekarang kita telah mengetahui tentang salah satu fungsi ginjal dan homon yang mengaturnya, hal ini menjadi dasar bagi kita untuk dapat mengerti dengan baik tentang diabetes insipidus.
Penyebab sering buang air kecil :

1.Sistitis
Sisitis merupakan dorongan kuat yang membuat si penderita ingin kencing, kondisi ini terjadi karena peradangan pada kandung kemih ataupun uretra. Saat si penderita kencing, urin yang dikeluarkan hanya sedikit, dalam istilah jawa, sisitis lebih dikenal dengan istilah anyang-anyangen.

2.Minum berlebihan
Rasa haus yang berlebihan memicu anda untuk minum berlebihan, akibatnya anda harus berkali-kali bolak balik ke kamar mandi untuk kencing. Cari tahu penyebab keseringan buang air kecil tersebut sehingga anda tidak perlu kencing terus menerus, bila anda sebelumnya mengkonsumsi makanan berkadar garam tinggi, cukup normal bagi tubuh untuk meminta asupan air lebih banyak, akan tetapi bila sering haus tanpa alasan yang pasti, bisa saja kondisi tersebut karena anda mengidap diabetes. Namun untuk lebih jelasnya periksakan diri anda ke dokter.

Baca Juga:  Isap Ganja Bisa Menghambat Pertumbuhan Remaja

3.Kafein
Kopi yang mengandung kafein merupakan salah satu minuman yang bersifat diuretic, artinya minuman tersebut bisa menyebabkan keseringan buang air kecil. Bila anda mengkonsumsi kopi, sangat disarankan bagi anda untuk mengkonsumsi segelas air.

4.Obat
Bila anda sedang menjalani pengobatan tertentu tidak menutup kemungkinan bila anda sering buang air kecil, ada beberapa jenis obat tertentu yang bersifat diuretic sehingga anda akan sering kencing bila masih dalam masa pengobatan. Bila pengobatan tersebut telah selesai, maka kondisi tubuh akan kembali normal.

5.Kandungan kemih hiperaktif
Kandung kemih bisa jadi hiperaktif karena berbagai hal misalnya saat anda depresi, stress ataupun dalam keadaan tertekan. Akibatnya anda sering kencing, mereka yang telah berusia senja pun juga tidak memiliki kontrol terhadap kandung kemih karena gangguan penyakit ataupun infeksi.

6.Pembesaran prostat
Kelenjar prostat yang mengalami pembengakkan bisa memicu keseringan buang air kecil, kondisi ini menyebabkan kandungan kemih cepat penuh dalam menampung urin sehingga si penderita harus mengeluarkan urinnya sesering mungkin.

Diabetes insipidus diobati dengan mengatasi penyebabnya, vasopresin atau desmopresin asetat (dimodifikasi dari hormon antidiuretik) bisa diberikan sebagai obat semprot hidung beberapa kali sehari untuk mempertahankan pengeluaran air kemih yang normal. Namun, terlalu banyak mengkonsumsi obat ini bisa menyebabkan penimbunan cairan, pembengkakan dan gangguan lainnya.
Suntikan hormon antidiuretik diberikan kepada penderita yang akan menjalani pembedahan atau penderita yang tidak sadarkan diri, kadang diabetes insipidus bisa dikendalikan oleh obat-obatan yang merangsang pembentukan hormon antidiuretik, seperti klorpropamid, karbamazepin, klofibrat dan berbagai diuretik (tiazid). Akan tetapi obat-obat ini tidak mungkin meringankan gejala secara total pada diabetes insipidus yang berat.