Penyakit Baby Blues Syndrome

DokterSehat.Com – Setelah menjaga kehamilan selama 9 bulan, ibu hamil tentu sangat mengharapkan kehadiran si buah hati. Perjuangan menjaga kehamilan selama 9 bulan yang sangat berat karena harus menjaga setiap gerakan, setiap makanan yang dikonsumsi, atau bahkan sekadar untuk posisi tidur yang benar, tentulah sangat melelahkan. Saat sang buah hati lahir, maka ibu tentu merasakan kebahagiaan sekaligus rasa lega. Sayangnya, setelah beberapa hari sang bayi lahir, sang ibu bisa jadi akan merasakan banyak kekhawatiran, kesedihan, hingga rasa benci pada sang bayi. Kondisi ini sering dianggap sebagai baby blues syndrome.

doktersehat-baby-blue-syndrome

Baby blues syndrome sendiri dirasakan oleh sebagian ibu yang baru melahirkan dan biasanya dirasakan setelah beberapa hari hingga beberapa minggu setelah sang bayi lahir. Rasa khawatir dan sedih yang berlebihan ini jika dibiarkan begitu saja bisa berdampak dengan buruk, dan bahkan dalam beberapa kasus, kondisi ini bisa membuat sang ibu membenci bayinya dan ingin membunuh bayinya.  Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Banyak pakar kesehatan yang berpendapat bahwa kondisi ini disebabkan oleh adanya perubahan hormon pada ibu yang sangat besar dalam jangka waktu yang pendek. Hormon ibu hamil dan juga hormon setelah melahirkan sangatlah berbeda hingga perubahan fisik dan juga perubahan psikis ibu hamil sangatlah cepat. Perubahan pada hormon estrogen dan progesteron yang menurun dengan cepat mempengaruhi perasaan pada ibu yang setelah melahirkan. Biasanya, ibu akan merasakan kelelahan, mood yang terus memburuk, atau bahkan depresi yang sangat berat. Ibu hamil biasanya ingin merasakan rehat untuk sementara waktu setelah melalui kehamilan dengan berat selama 9 bulan. Namun, bayi yang harus mendapatkan perawatan khusus sekaligus perhatian selama 24 jam penuh tentu akan membuat ibu hamil sangat lelah dan merasakan waktunya habis untuk memperhatikan si kecil. Disamping itu, kekhawatiran akan kesehatan dan masa depan si anak juga bisa menambah depresi pada sang ibu.

Baca Juga:  Tidur, Cara Terbaik Mengatasi Nyeri PMS

Perhatian dan dukungan dari suami biasanya bisa membuat ibu melewati baby blues syndrome ini. Suami yang mau mendengarkan keluh kesah dan berbagai tanggung jawab merawat bayi sekaligus mengurus berbagai keperluan rumah tangga tentu membuat ibu merasa memiliki waktu untuk beristirahat sejenak. Disamping itu, dengan pola makan yang baik dan penuh nutrisi, depresi pun bisa ditekan sehingga baby blues syndrome pun lebih mudah diatasi.