Penyakit Autoimun – Pengertian dan Penyebab

Penyakit-Autoimun-doktersehat

Penyakit autoimun adalah kondisi di mana sistem imun ‘salah sangka’ menyerang tubuh Anda sendiri.  Sistem imun secara normal melindungi tubuh melawan benda asing seperti bakteri dan virus. Ketika benda asing datang dari luar tubuh, sistem imun mengirimkan ‘tentara’ atau ‘sel perang’ untuk melawan benda asing tersebut.

Secara normal, sistem imun dapat membedakan manakah yang benda asing, dan manakah yang sel-sel tubuh sendiri. Namun, pada kasus penyakit autoium, sistem imun salah sangka terhadap apa yang terjadi dengan tubuh. Misalnya pada penyakit rhematoid arthritis, sistem imun menyerang persendi dan dianggap benda asing.  Sistem imun mengeluarkan protein yang disebut autoantibodi yang menyerang sel-sel sehat tubuh.

Beberapa penyakit autoimun hanya mentargetkan 1 organ, contoh: diabetes melitus tipe 1 merusak hanya organ pankreas. Namun penyakit autoimun lainnya menyerang seluruh tubuh, seperti lupus.

Mengapa Penyakit Autoimun Menyerang Tubuh Sendiri?

Dokter dan peneliti masih tidak mengetahui penyebab kesalahan sistem imun ini. Namun terdapat beberapa orang yang lebih rentan terkena penyakit autoimun daripada yang lainnya. Wanita mengalami penyakit autoimun 2 kali lipat lebih tinggi dibanding dengan laki-laki. Sering kali penyakit ini dimulai pada usia produktif seorang wanita (usia 14 sampai 44 tahun).

Selain itu, beberapa penyakit autoimun juga lebih sering terjadi pada kelompok etnis tertentu. Sebagai contoh, lupus memengaruhi lebih banyak terjadi pada ras Afrika-Amerika dan Hispanik daripada orang Kaukasia.

Penyakit autoimun tertentu, seperti multiple sclerosis dan lupus bisa menurun dalam keluarga. Tidak setiap anggota keluarga pasti memiliki penyakit yang sama, namun mereka mewarisi kerentanan terhadap kondisi autoimun. Para peneliti juga menduga faktor lingkungan seperti infeksi dan paparan bahan kimia atau pelarut juga dapat dikaitkan.

Diet ‘Barat’ adalah pemicu lain yang dicurigai. Mengonsumsi makanan tinggi lemak, gula tinggi, dan olahan sangat terkait dengan peradangan, yang mungkin memicu respons kekebalan tubuh. Namun, hal ini belum terbukti kebenarannya.

Teori lain disebut hipotesis higientias. Karena vaksin dan antiseptik, anak-anak saat ini tidak terpapar sebanyak kuman seperti dulu. Kurangnya paparan kuman bisa membuat sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap zat berbahaya. Hingga kini, sejumlah peneliti masih belum tahu apa penyebab pasti dari penyakit autoimun. Diet, infeksi, dan paparan zat kimia diduga memengaruhi kondisi autoimun ini.

 

Penyakit Autoimun – Halaman Selanjutnya: 1 2 3
ikuti-kontes-sehatitubaik-menangkan-berbagai-hadiah-menarik