Infeksi Cytomegalovirus – Penularan dan Pemeriksaan Laboratorium

Infeksi CMV kongenital dihasilkan dari penularan virus melalui plasenta ibu ke bayi (transmisi transplasental) selama fase viremia (ketika virus banyak pada darah ibu) pada ibu. Viremia maternal lebih cenderung terjadi ketika infeksi primer daripada rekurens. Setelah transmisi transplasental, virus menyebar ke janin melalui rute hematogen. Infeksi pada usia kehamilan awal seringkali dikaitkan dengan hasil yang kurang baik.

doktersehat-bayi-lahir-Infeksi-Cytomegalovirus

Bayi yang lahir dengan infeksi primer CMV selama kehamilan cenderung memiliki gejala saat lahir. Adanya antibodi CMV sebelum pembuahan memberikan perlindungan melawan virus dan infeksi janin yang berat. Namun perlindungan ini tidak lengkap dan infeksi kongenital CMV dapat diikuti infeksi maternal rekurens. Penelitian lebih baru menunjukkan bahwa infeksi CMV konenital setelah infeksi maternal rekurens terjadi lebih seing daripada yang dicatat sebelumnya.

Meskipun CMV mempengaruhi hampir semua bentuk sel, CMV memiliki afinitias khusus (daya tarik)untuk sel epitel, sel ependimal di ventrikel, organo Corti, dan syaraf nervus delapan. Bentuk karakteristik patologis ketika pemeriksaan dengan mikroskop meliputi sitomegali, inklusi intranukelar (owl’s eye apperance), inklusi intrasitoplasma, dan sel raksasa multinukleasi.

Diagnosis Laboratorium Infeksi CMV
Infeksi CMV kongenital dapat didiagnosis dengan mengisolasi virus dari air kemih atau air liur pada hari pertama sampai ketiga kehidupan bayi.  Metode ini dapat dilakukan dengan metode kultur virus tradisional yang membutuhkan proses  1–2 minggu sampai hasil keluar, atau metode kultur cepat (“shell vial assay”) yang menggunakan sentrifugasi untuk mendeteksi antigen awal di sel kultur jaringan yang terinfeksi yang akan muncul dalam 24 jam. Diagnosis cepat untuk CMV juga dapat dilakukan dengan deteksi DNA CMV dengan teknik amplifikasi DNA via reaksi rantai polimerase (PCR) atau teknik hibridisasi  DNA. Namun, kultur hanya memberikan keuntungan sedikit lebih daripada PCR dalam hal spesifisitas.

Baca Juga:  Mikrosefali - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Adanya IgM spesifik CMV di darah tali pusat atau pada darah bayi dalam 3 minggu pertama kehidupan menegakkan diagnosis infesi CMV. Namun, IgM spesifik CMV hanya dapat dideteksi pada sekitar 70% bayi baru lahir yang terinfeksi. Titer IgG spesifik-CMV yang negatif di tali pusat bukan  merupakan suatu diagnosis infeksi CMV karena hanya menunjukkan transfer pasif dari ibu atau mengindikasikan infeksi kongenital.