Pentingnya Tindakan Kuretase

DokterSehat.Com – Kuret merupakan tindakan yang sering dilakukan pada kasus keguguran dan untuk membantu diagnostik para dokter.  Apa sebenarnya kuret itu? Kuret dalam dunia medis disebut dengan dilatasi dan kuretasi adalah tindakan bedah berupa pengerukan dinding rahim. Bagian dinding rahim yang dikuret adalah endometrium. Endometrium adalah lapisan yang menebal sehingga bila terjadi pembuahan ovum maka endomterium ini akan menjadi bantalan janin, tetapi bila tidak terjadi pembuahan maka endometrium ini akan meluruh menjadi darah haid. Endometriosis ini kaya akan pembuluh darah dan sangat dipengaruhi oleh keadaan hormonal wanita.

doktersehat-konsultasi-nyeri-lutut

Untuk apa kuret dilakukan?

Tindakan ini dapat digunakan sebagai cara untuk membantu diagnosa suatu penyakit rahim misalnya perdarahan per vaginam yang tak teratur. Perdarahan hebat. Perdarahan per vaginam yang hebat dan lama atau perdarahan hebat setelah menopause bisa menjadi alasan dilakukannya kuret. Kecurigaan akan kanker endometriosis atau kanker rahim Infeksi rahim Pemeriksaan kesuburan /infertilitas Selain itu kuret dapat dilakukan sebagai pilihan terapi terutama pada : Kasus keguguran atau abortus Tertinggalnya sisa jaringan plasenta (ari-ari) atau sisa jaringan janin di dalam rahim setelah proses persalinan. Janin tidak ada (blighted ovum) Hamil anggur Menghilangkan polip rahim Dengan kemajuan teknologi saat ini, kuret sudah ditinggalkan sebagai sarana diagnostik dokter karena adanya teknologi ultrasonografi (USG) ataupun histeroskopi. Tetapi tindakan ini tetap sebagai pilihan utama untuk terapi pada kasus-kasus diatas.

Kenapa kuret ini penting?

Pada kasus keguguran atau tertinggalnya jaringan plasenta setelah persalinan, jaringan yang tertinggal dalam dinding rahim akan menimbulkan hambatan pada rahim untuk berkontraksi. Akibatnya bila rahim tak bisa berkontraksi, rahim tidak bisa menutup pembuluh darah  yang terbuka sehingga perdarahan terus terjadi. Selain itu jaringan sisa ini merupakan tempat berkembang biaknya kuman, sehingga infeksi mudah terjadi. Dengan dilakukan kuret maka semua jaringan yang menganggu akan dikeluarkan dan rahim dapat berkontraksi sempurna sehingga perdarahan pun berhenti dan infeksipun terhindar. Begitu pula dengan keadaan hamil anggur yang bila dibiarkan akan menimbulkan kematian akibat perdarahan jadi harus dibersihkan.

Baca Juga:  Ingin Siswanya Lebih Berprestasi, Kampus Ini Menyediakan Ruang Meditasi

Apa persiapan sebelum kuret dilakukan?

Persiapannya tergantung jenis anestesi/bius yang akan anda terima, bila bius umum maka anda harus puasa minimal 12 jam sebelum dilakukan tindakan. Sedangkan, bila bius spinal (separuh badan saja) maka anda harus puasa selama 8 jam sebelumnya. Persiapan umum lainnya adalah : Hentikan konsumsi aspirin, obat pencahar dan obat flu beberapa hari sebelum tindakan kuret Hindari merokok dan alkohol sebelum kuret dilakukan Hentikan penggunaan obat herbal minimal 2 minggu sebelum kuret dilakukan Pengontrolan terhadap penyakit kronis yang ada Pemeriksaan darah, urin dan tes kesehatan lainnya untuk memastikan kondisi anda fit. Tapi bila kuret dilakukan pada kasus darurat misalnya perdarahan hebat akibat keguguran, maka kuret akan segera dilakukan dengan bius umum.

Apa saja efek samping yang dapat terjadi pada kuretasi?

Normalnya anda akan mengalami efek samping berikut : Kram di daerah perut bagian bawah seperti mau menstruasi. Biasanya hanya berlangsung 30 menit – 1 jam, tetapi ada juga yang mengalaminya selama berhari-hari. Perdarahan ringan atau spotting beberapa hari hingga minggu setelah kuret dilakukan. Menstruasi yang terlalu awal atau malah terlambat. Komplikasi serius yang mungkin terjadi adalah : Perdarahan hebat . Hal ini jarang terjadi. Infeksi. Segala tindakan apapun pasti membawa resiko infeksi makanya anda mungkin diberikan antibiotic sebelum dan sesudah kuret dilakukan untuk menurunkan resiko infeksi. Perforasi uterus (robeknya rahim). Hal ini sangat jarang terjadi (1% dari seluruh kasus) dan biasanya timbul akibat alat yang menembus terlalu dalam hingga merobek rahim. Sindroma asherman. Hal ini terjadi bila pengerukan atau pengikisan dinding rahim terlalu agresif dan dalam akibatnya terbentuk jaringan ikat pada dinding rahim. Akibat sindroma asherman ini anda bisa mandul dan tidak mengalami menstruasi karena dinding rahim tidak normal.

Semooga bermanfaat 🙂