Pentingnya Sentuhan Saat Bercinta!

DokterSehat.com – Pada dasarnya tubuh pria dan wanita memiliki titik sensitif yang hampir sama, seperti pada daerah belakang leher, area belakang telinga, bibir, puting susu, dan alat kelamin. Meski demikian, tidak semua orang memiliki respon yang sama terhadap sentuhan di area tersebut  sebab setiap orang memiliki titik erotis yang berbeda-beda.



Sebelum memasuki ke “menu utama” sebaiknya berikan sentuhan lembut untuk merangsang pasangan. Anda bisa mulai dari sentuhan lembut, rabaan agak keras, sampai pijatan ringan di titik sensitif.

 Sentuhan yang bersifat nonseksual dapat memicu produksi hormon serotonin, yang bisa menambah gairah dan semangat. Selain itu, sentuhan juga bisa meningkatkan produksi hormon endorfin yang bisa menimbulkan rasa bahagia dan menenangkan hati.

Tak heran bila sentuhan dipercaya bisa menyembuhkan berbagai masalah kesehatan yang bukan disebabkan oleh infeksi, seperti pijat atau refleksi yang dapat melancarkan peredaran darah, mengendurkan otot yang kaku, serta melepas stres.

Dalam hubungan percintaan sangat diperlukan sentuhan seksual dan nonseksual. Sentuhan seksual mampu meningkatkan gairah bercinta yang dapat memberikan kepuasan bagi kedua belah pihak. Sementara sentuhan nonseksual penting untuk mengomunikasikan perasaan cinta kepada pasangan.

Sentuhan terbukti efektif meningkatkan kualitas hubungan cinta dan seksual. Melalui sentuhan hati kedua pasangan akan terus terhubung . Meski sudah menikah usahakan untuk tetap saling bergandengan dengan tujuan untuk menjaga gairah dan cinta dalam rumah tangga.

Sayangnya, sentuhan kerap disalahartikan bagi beberapa orang. Terkadang menyentuh selalu dikaitkan dengan keinginan untuk berhubungan seks. Banyak pasangan yang enggan berhubungan seks menolak bila disentuh sehingga membuat pasangan yang tertolak merasa tidak dicintai lagi dan akhirnya muncul perasaan negatif.

Dalam hal ini, komunikasi dan kompromi menjadi penting agar kebutuhan emosi itu bisa terpenuhi tanpa terjadi salah paham dan kekecewaan.