Penting, Inilah Pertolongan Pertama Pada Korban Serangan Jantung

DokterSehat.Com – Serangan jantung dapat berakibat fatal jika tidak segera ditangani. Sebab jantung merupakan organ yang sangat vital peranannya bagi tubuh. Terganggu atau rusak sedikit saja, nyawa yang menjadi taruhan.



Jika menjumpai orang yang terkena serangan jantung, Anda tak perlu panik. Sebab kepanikan justru membuat pikiran menjadi keruh sehingga rentan melakukan tindakan gegabah. Lantas bagaimana langkah pertolongan pertama yang tepat?

Jika Anda mendapati seseorang yang terkena serangan jantung, di mana pun, yang pertama dilakukan adalah segera menelepon emergency, kata dr Godeliva Maria Silvia Merry, M.Si.

Langkah yang selanjutnya harus dilakukan sembari menunggu pertolongan datang ialah memastikan kelancaran jalur suplai oksigen pada korban. Dalam kondisi tidak sadar, biasanya leher cenderung tertekuk dan lidah lemas sehingga lidah jatuh menyumbat saluran pernapasan. Agar jalan napas tidak terhambat, korban harus ditidurkan dalam posisi telentang.

Ditidurkan telentang dengan kepala ditengadahkan, dagu diangkat. Sebab biasanya, orang kalau tidak sadar, lehernya menekuk sehingga lidahnya jatuh ke tenggorokan kerongkongan, dan itu menghambat jalan napas, jelas dr Silvia, dokter sekaligus pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), Yogyakarta.

Selanjutnya masih dalam posisi itu, ujar dr Silvia, lakukanlah pengecekan napas. Jika tidak terasa adanya hembusan napas, segera berikan bantuan napas atau napas buatan. Memastikan saluran pernapasan lancar sangat penting dilakukan sebelum melakukan napas buatan. Sebab napas buatan akan percuma jika saluran napas terhambat karena leher atau lidah tertekuk.

Meski demikian, pertolongan pertama terhadap korban serangan jantung juga dapat dilakukan dengan langsung mengecek napas dan nadi. Jika napas dan nadi tidak teraba, maka harus segera dilakukan pijat jantung dan napas buatan.

Baca Juga:  Sakit Kepala Saat Bercinta, Apa Penyebabnya

Ada juga yang langsung cek napas dan nadi. Jika tidak ada, lakukan pijat jantung, tutur dr Silvia dalam seminar bertajuk Beats for Future, dan ditulis pada Selasa (15/4/2014).