Penting, Antisipasi Patah Tulang

DokterSehat.Com– Setiap manusia yang normal pasti memiliki alat gerak yang dimana terdiri dari persendian, tulang, dan jaringan otot, dll. Nah, dimana alat gerak ini sangat berperan penting sekali terhadap kelangsungan hidup manusia, apabila dari salah satu alat gerak manusia ini mengalami masalah atau gangguan yang pastinya adalah tidak akan bekerja secara optimal dan manusia tersebut tidak bisa melakukan apa-apa. Contoh sederhananya adalah ketika mau menjelang hari-hari besar semua orang pastinya ingin menghabiskan waktunya itu untuk keluarga dan pastinya pulang kampung. Pada saat pulang kampung tersebut lonjakan arus lalu lintas itu pasti meningkat dan disana biasanya banyak yang mengalami kecelakaan, kecelakaan pada lalu lintas ini menjadi penyebab patah tulang terbanyak di negara kita.

doktersehat-tangan-terluka-perban-gigitn-hewan

Masalah patah tulang ini tidak bisa di anggap sepele, karena alat gerak sudah tidak dapat berfungsi. Biasanya patah tulang ini bisa bersifat sementara bisa bersifat selamanya karena dimana patah tulang itu merupakan terputusnya kontinutas tulang.yang mana akan menimbulkan gejala seperti terasa nyeri yang cukup hebat pada  daerah tulang yang patah, kemudian alat gerak tidak dapat berfungsi dengan semestinya,terjadinya pembengkakan pada daerah yang mengalami cedera,bentuk dari tulang mengalami perubahan. Dan perlu anda ketahui juga bahwa patah tulang ini di sebabkan oleh usia sehingga tulang mengalami pengeroposan dan kelenturan tulang. Patah tulang terjadi jika tenaga yang melawan tulang lebih besar daripada kekuatan tulang, dll. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa tulang itu berfungsi sebagai penopang tubuh,melindungi organ tubuh, dll. Namun, apa jadinya jika tulang tersebut mengalami masalah salah satunya adalah patah tulang apa akibatnya? Akibat patah tulang ini adalah dapat berupa terjadi keretakan pada tulang dan pastinya bentuk dari tulang tak akan sempurna.

Kejadian patah tulang pada penderita osteoporosis alias pengeroposan tulang harus diantisipasi. Jika tulang sudah patah, kualitas hidup penderita menurun dan pengobatannya mahal.

“Demikian disampaikan dokter spesialis ortopedi dari Departemen Medik Ortopedi dan Traumatologi RS Cipto Mangunkusumo Dohar AL Tobing dalam talkshow ”Pancegahan Dini Patah Tulang pada Osteoporosis”, Sabtu (23/6), di Jakarta. Hadir juga sebagai pembicara, anggota Seksi Ilmiah Perhimpunan Osteoporosis Indonesia, Ismail.

Ia mengatakan, banyak orang tak sadar menderita osteoporosis sampai mengalami patah tulang. Karena itu, deteksi dini osteoporosis dan pencegahan jatuh untuk menghindari patah tulang penting dilakukan.

”Ada tes yang harus diikuti untuk mengetahui risiko osteoporosis. Pemeriksaan kepadatan mineral tulang (BMD) penting dilakukan untuk mengetahui kondisi tulang,” kata Ismail.

Dohar menambahkan, angka kejadian patah tulang pada perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Satu dari tiga perempuan osteoporosis berusia di atas 50 tahun mengalami patah tulang. Angka ini akan meningkat menjadi satu dari dua perempuan di atas 60 tahun. Sedangkan pada laki-laki, satu dari lima laki-laki osteoporosis berusia di atas 50 tahun mengalami patah tulang. Angka kejadian meningkat pada laki-laki berusia di atas 60 tahun menjadi satu dari tiga laki-laki osteoporosis.

Lokasi yang paling sering patah tulang adalah tulang belakang (46 persen), tulang panggul (19 persen), dan tulang pergelangan tangan (15 persen).

Tahun 2005, Health Technology Assessment melaporkan, di Indonesia tahun 2000 angka kejadian patah tulang pada penderita osteoporosis 227.850 kasus dengan biaya pengobatan 2,7 miliar dollar AS. Tahun 2020 angka kejadian patah tulang pada osteoporosis meningkat menjadi 426.300 kasus dengan total biaya pengobatan 3,8 miliar dollar AS.

Menurut Dohar, biaya pengobatan patah tulang akibat osteoporosis hingga tuntas Rp 80 juta-Rp 100 juta.

Ismail menuturkan, pencegahan osteoporosis dapat dilakukan dengan berolahraga teratur sejak usia muda saat peningkatan massa tulang masih berlangsung optimal, sampai usia 35 tahun. Olahraga yang bisa dilakukan adalah berjalan kaki, lari, dan latihan beban.