Pengunaan Jamu Sebagai Usaha Promotif dan Preventif

DokterSehat.com – Jamu merupakan obat tradisional yang digunakan untuk “mengusir angin”, memperkuat fisik dan daya tahan tubuh, melancarkan datang bulan atau untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan fisik lainnya. Padahal, sebenarnya jamu sangat berguna bagi pengobatan dalam dunia kesehatan modern. Oleh karena itu, pemerintah berupaya untuk mendorong para dokter agar ikut untuk memasyarakatkan penggunaan jamu sebagai usaha promotif dan preventif.



      Menurut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Departemen Kesehatan, Agus Purwadianto, selama ini kesan yang ditimbulkan adalah para dokter di Indonesia anti terhadap jamu. Sementara di negara Asia lainnya, ilmu kedokteran Barat dan Timur berjalan beriringan. Pemakaian jamu dalam pengobatan di Indoensia dapat berjalan dengan baik karena jamu juga telah menjadi bagian dari tradisi. Para dokter sebenarnya dapat menggunakan jamu sebagai upaya preventif, promotif, dan rehabilitatif dalam kegiatan praktik pribadi mereka sehari-hari. Hal ini diungkapkan dalam jumpa pers penyelenggaraan Simposium Nasional V Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

      Balitbang Depkes memiliki anggaran sebesar Rp 170 miliar, yang merupakan sekitar 0,28 persen dari total anggaran Departemen Kesehatan. Fokus yang menjadi penelitian Balitbang Depkes antara lain: sainstifikasi jamu, sel punca, penyakit menular, katarak dan sindrom metabolik, emerging dan re-emerging diseases ,gizi dan makanan, serta lingkungan dan kesehatan. Jamu-jamu yang dianjurkan akan digunakan dalam pengobatan ini adalah jamu yang sudah direkomendasikan oleh Balitbang Depkes dan BPOM. Telah banyak berbagai jenis tanaman obat yang berkhasiat dan terbukti aman dan tidak tergolong dalam fitofarmaka atau obat-obatan herbal yang telah lulus uji klinik.

Sumber : melindahospital.com