Pengobatan Tradisional Urat Syaraf Kejepit

DokterSehat.Com – Urat Syaraf Kejepit (HNP) adalah suatu penyakit dimana bantalan lunak diantara ruas ruas tulang belakang mengalami tekanan dan pecah sehingga menyebabkan terjadinya penyempitan dan terjepitnya urat urat syaraf melalui tulang belakang.

doktersehat-tulang-belakang

HNP terjadi pada seluruh ruas tulang belakang dimulai dari tulang leher sampai tulang ekor. Jika sebuah saraf terjepit atau saraf dikompresi makan dapat menggangu aliran rangsangan ke saraf lainnya sehingga mempengaruhi perjalanan jaringan saraf.Pada dasarnya timbulnya syaraf kejepit berbeda beda tergantung pada lokasi terjepitnya saraf. Penyebab lain dari syaraf kejepit yaitu adanya memar, luka serta kondisi kondisi lain.Faktor genetika dapat juga menjadi pemicu timbulnya saraf kejepit.

Gejala

  • Nyeri lokal di daerah saraf yang terjepit seperti leher atau punggung bagian bawah
  • Mati rasa.
  • Kesemutan.
  • Sensasi terbakar.
  • Otot kaki atau tangan lemah ketika kegiatan tertentu.

Pengobatan herbal
Di dalam daun sirsak terdapat kandungan annonaceous acetogenins yang merupakan senyawa antitumor dan kanker yang bekerja dengan hebat tanpa merusak sel yang sehat. Kandungan antitumor, antibakteri, anti jamurnya efektif untuk mengatasi masalah cacingan atau parasit, hipertensi, depresi atau stres, dan menormalkan syaraf yang tertekan.

Sudah dipastikan bahwa daun sirsak ini sangat berkhasiat membantu proses penyembuhan penyakit .Selain itu daun sirsak juga memiliki khasiat untuk:

  • Mencegah dan mengobati kanker payudara, prostat, pankreas, dan paru-paru.
  • Membantu merileksasi otot.
  • Menghambat pertumbuhan tumor.
  • Menghambat mutasi gen.
  • Menghambat proses pertumbuhan bakteri jahat.
  • Mengobati asam urat.
  • Mengobati eksim dan rematik.
  • Mengurangi stres.
  • Menguatkan saraf.
  • Menyehatkan jantung.

Di dalam kulit manggis terkandung senyawa Xanthone yang berperan sebagai antioksidan tinggi. Antioksidan kulit manggis beberapa kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan antioksidan dari vitamin C dan E. Zat xanthone bersifat sebagai antiinflamasi (peradangan), mampu menghambat pertumbuhan dan perkembangbiakan virus, bakteri, jamur serta berbagai parasit serta kandungan antioksidannya yang tinggi membuat kulit manggis dikatakan sebagai antikanker. Pasalnya, dapat mendorong sel kanker untuk melakukan apoptosis atau pemusnahan sel kankernya.