Pengobatan Pada Penyakit Insomnia

DokterSehat.Com – Insomnia adalah gejala-gejala kelainan dalam tidur berupa kesulitan berulang untuk tidur atau mempertahankan tidur walaupun ada kesempatan untuk itu. gejala tersebut biasanya diikuti dengan gangguan fungsional saat bangun.

doktersehat-obat-a-z-ponstan-asam-mefenamat-Levofloxacin-suplemen-hamil-kehamilan-hiv-truvada-melatonin-susah-tidur

Ketika usia bertambah, funsi fisiologis otak untuk mengatur tidur akan melemah. Selain itu, selalu bekerja dalam lingkungan bekerja  tidak nyaman, tekanan tinggi dan lelah, akan menyebabkan insomnia, kualitas dan keadaan tidur yang buruk, mimpi, dysphoria dan amnesia.

Insomnia jangka panjang dan kualitas tidur yang buruk akan menyebabkan kekebalan tubuh menurun dan mempercepat penuaan tubuh kita. Insomnia bukan suatu penyakit, tetapi merupakan suatu gejala yang memiliki berbagai penyebab, seperti kelainan emosional,kelainan fisik dan pemakaian obat-obatan. Sulit tidur sering terjadi, baik pada usia muda maupun usia lanjut; dan seringkali timbul bersamaan dengan gangguan emosional, seperti kecemasan, kegelisahan, depresi atau ketakutan. Kadang seseorang sulit tidur hanya karena badan dan otaknya tidak lelah. Dengan bertambahnya usia, waktu tidur cenderung berkurang. Stadium tidur juga berubah, dimana stadium 4 menjadi lebih pendek dan pada akhirnya menghilang, dan pada semua stadium lebih banyak terjaga. Perubahan ini, walaupun normal, sering membuat orang tua berfikir bahwa mereka tidak cukup tidur.

Pola terbangun pada dini hari lebih sering ditemukan pada usia lanjut. Beberapa orang tertidur secara normal tetapi terbangun beberapa jam kemudian dan sulit untuk tertidur kembali. Kadang mereka tidur dalam keadaan gelisah dan merasa belum puas tidur. Terbangun pada dini hari, pada usia berapapun, merupakan pertanda dari depresi. Orang yang pola tidurnya terganggu dapat mengalami irama tidur yang terbalik, mereka tertidur bukan pada waktunya tidur dan bangun pada saatnya tidur.

Baca Juga:  Meningitis

Hal ini sering terjadi sebagai akibat dari:

  • Jetlag (terutama jika bepergian dari timur ke barat).
  • Bekerja pada malam hari.
  • Sering berubah-ubah jam kerja.
  • Penggunaan alkohol yang berlebihan.
  • Efek samping obat (kadang-kadang).
  • Kerusakan pada otak (karena ensefalitis, stroke, penyakit Alzheimer).

Gejala dan tanda

  • Tangan berkeringat
  • Cepat marah
  • Kembung dan nyeri pada perut
  • Sulit mengingat, Konsentrasi dan mengambil keputusan
  • Kelelahan yang berlebihan
  • Sakit kepala, Nyeri leher, dan Pegal pada punggung
  • Nafas tersenggal-senggal dan detak jantung tidak stabil

Pengobatan
Dalam mengobati insomnia, hal pertama yang dilakukan oleh dokter adalah mencari tahu apa yang menjadi penyebabnya. Jika insomnia didasari oleh kebiasaan atau pola hidup tertentu, maka dokter akan menyarankan pasien untuk memperbaikinya.

Jika insomnia disebabkan oleh suatu masalah kesehatan, maka dokter akan terlebih dahulu mengatasi kondisi yang mendasari tersebut, dan tentunya dengan obat-obatan yang telah disesuaikan agar tidak menimbulkan efek samping yang dapat menyebabkan insomnia.

Jika pasien tetap mengalami insomnia meski telah diberikan nasihat seputar pola hidup sehat, dan tetap mengalami insomnia terlepas dari masalah kesehatan yang mendasarinya telah diobati, maka dokter biasanya akan menyarankan pasien mengikuti terapi perilaku kognitif untuk insomnia(CBT-I). Bahkan jika dirasa perlu, dokter dapat meresepkan obat tidur untuk beberapa waktu. Obat tidur merupakan solusi yang bersifat sementara saja. Menangani gejala insomnia tanpa mencari solusi untuk akar penyebabnya, jarang berhasil sepenuhnya.