Pengobatan Kutu Rambut yang Membandel

DokterSehat.Com – Penyakit kulit akhir-akhir ini meningkat sangat pesat di Indonesia terlebih lagi yang disebabkan oleh infeksi parasite seperti kutu. Terdengarnya sepele, namun penyakit ini masih banyak menimpa masyarakat kita yang tingal di desa-desa. Masyarakat sering menyebutknya dengan Tuma atau sinonimnya adalah tungau. Masalahnya penyakit ini telah membawa suatu stigma sosial yang kuat karena masyarakat telah lama menghubungkan penyakit ini dengan kemiskinan atau status sosial dan ekonomi yang rendah, serta lingkungan yang kumuh.

doktersehat-kutu-rambut-gatal

Tuma atau tungau sendiri dapat hidup disemua rambut, tetapi kebanyakan hidup di rambut kepala dan kemaluan. Parasit yang yang menyerang rambut manusia ini dalam istilah latin disebut Pediculus humanus. Parasit ini hanya dapat berkembang dan tumbuh di lapisan kulit kepala manusia. Penularan parasit ini dapat secara langsung (rambut dengan rambut) atau melalui perantara seperti topi, bantal, kasur, sisir, kerudung yang digunakan secara bergantian.

Kutu rambut akan memberikan gejala utama yaitu gatal. Kulit yang terkena akan bertambah parah bila digaruk dan dapat menyebabkan luka terbuka sehingga memungkinkan infeksi berulang. Pada anak-anak, gejala kronik dapat menyebabkan anemia atau kekurangan darah. Anemia membuat anak-anak menjadi lesu, mengantuk di kelas dan mempengaruhi kinerja belajar dan fungsi kognitif. Selain itu anak-anak yang terinfeksi juga mengalami gangguan tidur di malam hari karena rasa gatal dan sering menggaruk. Dari sisi psikologis, infeksi kutu membuat anak merasa malu karena diisolasi dari anak lain.

Pengobatan dilakukan dengan memusnahkan semua kutu dan telur dan mengatasi infeksi sekunder akibat luka garukan. Pengobatan terbaik dilakukan secara langsung didaerah kulit yang terkena dengan malathion 0,5-1% dalam bentuk lotio atau spray. Spray ini bisa didapatkan atas petunjuk dan resep dokter. Caranya penggunaannya malam sebelum tidur rambut dicuci dengan sabun kemudian dipakai losion malathion, lalu kepala ditutup dengan kain. Keesokan harinya rambut dicuci lagi dengan sabun lalu disisir dengan sisir bergerigi halus dan rapat. Pengobatan dapat diulang seminggu sekali bila masih terdapat kutu. Namun saat ini obat jenis ini sangat sulit didapat.

Baca Juga:  Faktor Pemicu Kelahiran Prematur

Obat lain yang mudah didapat di Indonesia adalah krim gama benzene heksaklorida (gameksan) 1% ataupun emulsi benzl benzoat 25%. Obat ini juga juga didapatkan harus dengan resep dan keterangan dari dokter. Cara pemakaian adalah setelah dioleskan lalu didiamkan 12 jam, kemudian dicuci dan disisir agar semua kutu dan telur terlepas. Jika masih ada telur, pengobatan diulang secara berkala.

Untuk infeksi sekunder akibat garukan, sebaiknya rambut dicukur dan diobati dengan antibiotika lalu disusul dengan obat-obatan diatas yang telah disebutkan dalam bentuk shampoo. Higiene kebersihan dan tidak kontak dengan orang lain yang terkena merupakan syarat supaya tidak terjadi infeksi yang terus berulang.