Anggota Tubuh Anda Terasa Kebas? Inilah Pengobatan yang Bisa Dilakukan

Doktersehat-tangan-kebas

DokterSehat.Com – Tubuh manusia terdiri dari jaringan saraf yang rumit. Masing-masing saraf mempunyai fungsi berbeda-beda. Saraf pengatur indera perasa adalah salah satunya, saraf ini perlu dijaga sedemikian rupa, agar tetap menjalankan fungsinya. Sedikit gangguan saja, hal itu akan memunculkan masalah kesehatan yang lain.

Pada umumnya, gangguan saraf ini dapat diderita oleh orang-orang yang berusia 35 tahun ke atas, namun tidak dipungkiri bahwa orang-orang yang berusia 35 ke bawah dapat mengalami penyakit ini.

Penyebab gangguan itu adalah terganggunya bagian saraf tepi. Misalnya, gangguan pada fungsi pengatur indra perasa, akibat saraf mengalami tekanan (misalnya duduk terlalu lama). Bisa juga karena saraf terjepit (karena pengapuran pada tulang belakang) atau saraf robek/putus akibat kecelakaan.

baca juga: Sering Kesemutan Tanda Penyakit Berbahaya, Ketahui Penyebabnya!

Sering pula terjadi rusaknya saraf tersebut karena gangguan pada pembuluh darah, misalnya pada penderita diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, asam urat, konsumsi minuman beralkohol atau obat-obatan terlarang. Selain itu, kekurangan nutrisi, khususnya vitamin atau gizi juga mengambil peran cukup penting terhadap penyakit ini.

Bahkan, pengaruh makanan juga berperan tinggi dalam gangguan ini, seperti terlalu banyak mengomsumsi makanan berlemak, terlalu banyak kacang-kacangan. Kadang-kadang pula penyakit ini tidak diketahui penyebabnya.

Gangguan saraf ini dapat sembuh dengan sendirinya dan ada juga yang bertambah lebih parah. Jika tidak diobati maka ganguan kebas ini dapat menyebabkan perasaan yang tidak nyaman, dampaknya tangan dan kaki menjadi lemas bahkan dapat menyebabkan nyeri yang sangat hebat.

Pengobatan

Berikut adalah beberapa tips yang dapat dilakukan jika Anda mengalami gangguan kebas:

  • Jika tangan kebas atau kaki kebas mulai terasa kram atau kaku, biarkan tangan beristirahat selama 15 menit. Memaksa jari tangan Anda untuk terus bekerja saat kram atau kesemutan hanya akan memperburuk kondisi Anda.
  • Lakukan peregangan di jari-jari tangan Anda dan tingkatkan fleksibilitas otot-otot di tangan Anda. Salah satu caranya adalah dengan menekankan telapak tangan Anda ke lantai, lalu gunakan jari telunjuk tangan satunya untuk mengangkat satu per satu jari di tangan yang satunya. Tahan selama lima detik untuk setiap jari.
  • Minum banyak air putih. Saat tubuh Anda kekurangan cairan, otot-otot tangan Anda akan mudah terasa kram dan kesemutan.
  • Bunyikan ruas-ruas jari Anda. Meskipun kebiasaan ini sangat tidak direkomendasikan, tetapi ada fakta yang menunjukkan bahwa mobilitas sendi Anda bisa meningkat setelah Anda membunyikan ruas-ruas jari Anda.
  • Injeksi kortikosteroid. Kortikosteroid dapat menurunkan peradangan pada organ dan menghilangkan rasa nyeri secara sementara. Efek samping dari kortikosteroid adalah infeksi sendi, kerusakan urat saraf, nyeri, dan pemutihan pada kulit di sekitar daerah injeksi.
  • Gunakan atau oleskan obat pereda nyeri atau rasa sakit jika rasa kram dan kesemutan di jari-jari Anda tidak juga reda.
  • Prosedur pembedahan. Pembedahan dilakukan untuk menghilangkan kompresi pada urat saraf yang menyebabkan parestesia menjadi parah dan berlangsung lama. Namun metode ini jarang dilakukan.

Jika rasa kram dan kesemutan tidak juga sembuh selama berhari-hari, jangan ragu untuk segera menghubungi dokter.

baca juga: Apa yang Menyebabkan Penis Sering Kesemutan?

Faktor Risiko yang Meningkatkan Kebas

Sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kebas, di antaranya:

  • Memiliki penyakit autoimun.
  • Memiliki penyakit saraf, seperti multiple sklerosis.
  • Memiliki diabetes tipe 1 atau tipe 2.
  • Melakukan gerakan berulang yang menekan urat saraf, misalnya mengetik, memainkan alat musik, atau bermain tenis.
  • Memiliki kebiasaan minum alkohol dan pola makan yang tidak seimbang sehingga menyebabkan kekurangan vitamin, terutama vitamin B-12 dan asam folat.