Emfisema – Pengobatan dengan Berhenti Merokok dan Obat Bronkodilator

Pengobatan untuk emfisema dapat dalam banyak bentuk. Terdapat berbagai pendekatan untuk penanganan. Umumnya, dokter akan melakukan perawatan tergantung pada tingkat keparahan kondisi pasien.

doktersehat-rokok-bahaya-untuk-kesehatan

  • Berhenti merokok. Dokter biasanya membuat rekomendasi ini untuk orang-orang dengan emfisema. Berhenti merokok dapat menghentikan perkembangan penyakit dan dapat meningkatkan fungsi paru-paru sampai batas tertentu. Fungsi paru-paru seiring dengan berjalannya memburuk dengan usia. Pada orang yang rentan untuk terkena PPOK, merokok dapat mengakibatkan penurunan lima kali lipat dari fungsi paru-paru. Penghentian merokok dapat mengembalikan fungsi paru-paru dari kerusakan paru ke kondisi normal setelah merokok dihentikan. Seorang dokter dapat meresepkan obat untuk membantu dalam mengurangi kecanduan rokok dan juga dapat merekomendasikan terapi perilaku, seperti bergabung dengan kelompok-kelompok suport henti-rokok.
  • Obat bronkodilator. Obat-obat ini dapat menyebabkan saluran napas untuk lebih terbuka dan memungkinkan pertukaran udara yang lebih baik, dan biasanya merupakan obat pertama yang dokter resepkan untuk emfisema. Dalam kasus yang sangat ringan, bronkodilator dapat digunakan hanya jika diperlukan, untuk episode sesak napas.
    • Bronkodilator yang paling umum untuk kasus-kasus ringan emfisema adalah albuterol (Proventil atau Ventolin). Obat ini bekerja dengan cepat, dan 1 dosis biasanya meringankan saluran napas selama 4-6 jam. Albuterol adalah yang paling banyak tersedia sebagai inhaler-dosis-terukur atau MDI (metered-dose-inhaler), dan obat ini adalah bentuk yang paling sering digunakan untuk pasien dengan emfisema ringan, dengan sesak napas intermiten. Ketika digunakan untuk tujuan ini, beberapa orang menyebut inhaler albuterol sebagai obat “penyelamat”. Obat ini menyelamatkan mereka dari serangan sesak napas yang lebih berat.