Pengobatan Berbagai Penyakit dengan Terapi Ozon

DokterSehat.com – Bila mendengar kata ozon, pastilah yang pertama Anda pikirkan adalah lapisan yang melindungi bumi dari radiasi UV. Kini ozon tak hanya sekedar lapisan pelindung bumi namun ada juga gas ozon yang bisa dijadikan sebagai terapi kesehatan.



Terapi ozon merupakan terapi pencegahan dan penyembuhan penyakit dengan gas ozon (O3). Dalam terapi ini ozon yang digunakan adalah Medical Ozone (ozon medis), yaitu campuran 0.05-5% O3 dan 99,95-95% O2 yang berwujud gas.

Ozon melepaskan energi photon yang sangat bermanfaat untuk manusia jika diberikan dengan cara dan takaran yang tepat. Berikut ini beberapa manfaat yang bisa didapatkan dari terapi ozon:

1. Membantu melancarkan sirkulasi darah dan menstimulasi enzim 2,3 diphosphoglycerate. Alhasil tubuh menjadi lebih segar, bertenaga, dan awet muda.

2. Meningkatkan fungsi darah menyerap oksigen, meningkatkan kelenturan dan ketahanan sel darah merah serta mencegah penyumbatan pembuluh darah. Terapi ini  bermanfaat untuk penderita stroke dan jantung koroner.

3. Terapi ini mampu merusak selaput pelinding kuman sehingga virus, bakteri, protozoa, dan jamur menjadi mudah dihancurkan oleh tubuh.

4. Mengaktifkan karboksilasi oksidatif pyruvate pada siklus kreb (TCA), mendorong pembentukan ATP, suatu bentuk molekul yang kaya energi, sangat bermanfaat bagi usia lanjut dan penderita diabetes karena menambah vitalitas.

5. Menurunkan NDH, membantu oksidasi cytocrome C,  dan meningkatkan kadar oksigen dalam darah. Alhasil, sel-sel di seluruh tubuh mengalami peningkatan pasokan oksigen.  Terapi ini bermanfaat bagi penderita jantung koroner dan hieprtensi.

6. Bereaksi dengan asam tak jenih di membran sel, membentuk peroksida, termasuk alkoxyl, perokxyl, singlet oksigen, ozonides, carbonides, carbonyls, alkenes. Sangat bermanfaat bagi penderita dislipidemia.

7. Membantu peningkatan produksi enzim pengikat radikal bebas, meningkatkan pelepasan oksida nitrit, memperbaiki fungsi ereksi, hingga memperlambat proses penuaan dini.

Baca Juga:  Pengobatan Kanker Tulang

8. Menekan metabolisme sel tumor dengan cara mengoksidasi lapisan lemak sel tumor Ozon mendorong perubahan L-arginine menjadi citruline dan nitrit yang menekan pertumbuhan sel tumor.

9. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh (interferon, interleukin, dan tumor necrosis factor).

Ozon bersifat oksidator kuat sehingga memungkinkan untuk menimbulkan reaksi terhadap sel-sel tubuh lain saat diberikan ke dalam tubuh. Akibatnya, terkadang seseorang mengalami sakit di dada, pusing, atau pernapasan pendek setelah menjalani terapi ini. Karena itu pasien terapi ozon ini diharuskan untuk mengkonsumsi antioxidant selama proses terapi. Fungsi antioksidant sangat penting karena sangat dimungkinkan dokter memberikan dosis ozon yang berlebih, sehingga menciptakan radikal dalam tubuh yang bisa menyebabkan gangguan pada sel tubuh. Antioxidant akan membuat proses terapi ozon ini tetap terkendali (keep the process in check).