Fasciitis Nekrotikan – Pengobatan (Antibotik)

Ketika diagnosis fasciitis nekrotikan sangat dicurigai atau dikonfirmasi, tindakan segera harus diambil untuk memulai pengobatan segera sehingga dapat mengurangi morbiditas dan mortalitas. Pengobatan medis fasciitis nekrotikan terutama melibatkan pemberian antibiotik, diiringi dengan terapi oksigen hiperbarik dan pemberian imunoglobulin intravena (IVIG) meskipun jarang dilakukan. Pengobatan definitif untuk fasciitis nekrotikan pada akhirnya tetap memerlukan intervensi bedah.

doktersehat-obat-a-z-ponstan-asam-mefenamat-Levofloxacin-suplemen-hamil-kehamilan-hiv-truvada-melatonin-susah-tidur

  • Manajemen awal mencakup stabilisasi pasien, termasuk oksigen tambahan, monitoring jantung, dan pemberian cairan intravena.
  • Beberapa pasien dengan sepsis mungkin memerlukan pemberian obat intravena untuk meningkatkan tekanan darah dan/ atau menyisipkan tabung pernapasan (intubasi) dalam kasus-kasus penyakit parah atau gangguan pernapasan.
  • Pemantauan ketat dan perawatan suportif di unit perawatan intensif diperlukan.

Antibiotik untuk Fasciitis Nekrotikan

  • Antibiotik spektrum luas harus segera dimulai. Bakteri penyebabnya mungkin tidak diketahui awalnya, sehingga antibiotik harus menjangkau spektrum luas untuk berbagai macam bakteri, termasuk bakteri gram positif dan gram negatif aerobik, serta anaerob. Pertimbangan untuk infeksi yang disebabkan oleh MRSA juga harus diperhitungkan.
  • Ada berbagai regimen antibiotik yang tersedia, yang mungkin melibatkan monoterapi atau rejimen multi-obat. Antibiotik yang biasa direkomendasikan meliputi penisilin, ampisilin-sulbaktam (Unasyn), klindamisin (Cleocin HCl, Cleocin Pediatric), aminoglikosida, metronidazol (Flagyl 375, Flagyl ER), sefalosporin, carbapenems, vankomisin (Lyphocin, Vancocin HCl, Vancocin HCl pulvules) , dan linezolid (Zyvox). Kebanyakan dokter mengobati dengan lebih dari satu antibiotik karena bakteri yang menyebabkan fasciitis nekrotikan sering resisten terhadap lebih dari satu antibiotik dan beberapa infeksi yang disebabkan oleh lebih dari satu jenis bakteri.
  • Cakupan antibiotik bisa disesuaikan setelah hasil kultur mengidentifikasi organisme penyebab dan hasil sensitivitas antibiotik keluar. Pengujian sensitivitas antibiotik diperlukan untuk cukup mengobati bakteri strain baru MRSA dan NDM-1 yang resisten terhadap antibiotik.