Sindrom Metabolik – Pengertian dan Ulasan Singkat

Sindrom metabolik adalah sekumpulan faktor risiko yang terdiri dari tekanan darah tinggi, kadar gula di darah yang tinggi, kadar trigliserida di darah yang tinggi, kadar kolestrol HDL (kolestrol baik) di darah yang rendah, dan lemak di perut yang akan meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes. Diet, olahraga, dan penogbatan dapat memperbaiki sindrom metabolik.

doktersehat-timbangan-berat-badan-diet-sindrom-metabolik

Faktor risiko yang membuat sindrom metabolik adalah kadar kolestrol yang melebihi normal, tekanan darah tinggi, kadar gula darah yang tinggi, dan kelebihan lemak perut, yang meningkatkan potensi seseorang untuk mendapatkan masalah kesehatan. Sindrom metabolik itu meliputi diabetes dan penyakit jantung serta pembuluh darah. Secara spesifik, sindrom metabolik dapat menyebabkan arteriosklerosis, atau penebalan arteri. Hal ini terjadi ketika lemak, kolestrol, dan zat lain menempel di sisi dalam pembuluh darah arteri. Arteri menjadi tersumbat. Gumpalan darah terbentuk ketika dinding arteri rusak. Jika gumpalan darah terbentuk, maka aliran darah ke jaringan jantung menjadi berkurang, suplai oksigen menjadi berkurang, sehingga menyebabkan nyeri dada (infark). Ketika gumpalan darah sudah cukup besar aliran darah benar-benar terhambat dan menyebabkan serangan jantung atau stroke.

Berikut adalah beberapa data statistik serius dari American Heart Association dan American Diabetes Association:

  • Penyakit jantung adalah penyebab utama kematian di Amerika Serikat
  • Tahun ini 1,5 juta orang Amerika akan memiliki serangan jantung dan 500.000 pasien akan meninggal.
  • Tahun ini 795.000 orang Amerika akan terserang stroke.
  • Sebanyak 68% dari orang di atas usia 65 dengan diabetes meninggal karena penyakit jantung.

Kondisi yang masih diperdebatkan
Sindrom metabolik adalah diagnosis yang cukup baru. Diagnosis ini agak kontroversial. Beberapa dokter tidak berpikir bahwa sindrom metabolik merupakan cara penting untuk melihat kesehatan seseorang.

Baca Juga:  Sindrom Werner - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Pada awalnya, beberapa peneliti berpikir bahwa sindrom metabolik lebih berbahaya daripada jumlah bagian-bagiannya. Mereka mengatakan bahwa kombinasi dari faktor-faktor risiko yang berbeda adalah sangat berbahaya. Namun, penelitian terbaru telah meragukan gagasan ini. Mengalami sindrom metabolik juga dapat menjadi cara yang kurang akurat untuk memprediksi penyakit jantung.

Tapi perdebatan ahli ini tidak harus benar-benar mempengaruhi Anda. Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, gula darah tinggi, atau kelebihan berat badan, Anda dalam risiko dan peluang untuk mendapatkan serangan jantung, stroke, atau terkena diabetes lebih tinggi. Anda perlu melakukan sesuatu untuk memperbaiki hal ini. Bahkan jika sindrom metabolik bukanlah kondisi dalam dirinya, Anda masih harus gaya hidup sehat.