Flu Burung – Pengertian, Penyebab, & Gejalanya

Flu Burung adalah Penyakit karena Virus Flu Burung
pic credit:

DokterSehat.Com– Penyakit flu burung adalah penyakit yang pernah menjadi perbincangan yang sangat hangat di televisi dan media massa lainnya. Penyakit flu burung adalah penyakit menular disebut sebagai penyakit yang berbahaya, bahkan penderitanya harus diisolasi agar tidak menularkan penyakitnya kepada orang lain yang berada di sekitarnya.

Namun, di balik kehebohan kabar yang mencuat tentang infeksi flu burung tersebut, sudah tahukah Anda pengertian dari flu burung, sekaligus penyebab flu burung dan gejala flu burung?

Flu burung adalah infeksi virus yang menyebar dari burung ke burung kumudian menular ke manusia. Flu burung adalah penyakit yang sangat mematikan. Infeksi penyakit ini terus menyebar di antara unggas di Mesir dan di beberapa bagian Asia. Meskipun ada banyak jenis flu burung, jenis yang paling umum yang menjadi kekhawatiran para petugas kesehatan adalah virus flu burung H5N1 dan H7N9 yang menjadi penyebab flu burung paling utama.

Virus penyebab flu burung ini ditemukan pada burung liar. Kebanyakan burung liar tampak sehat dan tidak sakit. Tapi burung liar dapat dengan mudah menularkan virus penyebab flu burung kepada unggas yang diternakkan, seperti ayam, itik, dan bebek. Virus penyebab flu burung ini dapat menyebabkan unggas menjadi sangat sakit.

Biasanya virus tidak ditularkan dari unggas ke manusia. Namun sejak 1997, beberapa orang telah tertular flu burung yang mematikan. Tentu hal ini menjadi fenomena yang cukup mengejutkan untuk ahli medis dan mereka yang bekerja di dunia kesehatan. Sebagian besar infeksi tersebut telah berkembang di negara-negara Asia, mereka yang pernah kontak langsung dengan unggas yang dibesarkan di peternakan. Mengingat tingkat bahaya dari virus flu burung ini, siapa pun dihimbau untuk waspada.

Penyebab Flu Burung

Penyebab flu burung adalah virus flu burung. Setelah burung liar menginfeksi unggas peternakan, virus flu burung dapat dengan mudah dan cepat menyebar di antara ratusan atau ribuan burung. Unggas yang sakit kemudian harus diberantas untuk menghentikan penyebaran virus flu burung.

Orang-orang yang terkena kontak dengan ayam yang sakit, bebek, atau itik lebih mungkin tertular virus flu burung. Virus flu burung dapat ditularkan melalui kotoran burung dan air liur pada permukaan seperti kandang, traktor, dan peralatan pertanian lainnya.

Manusia bisa terinfeksi flu burung setelah bersentuhan dengan unggas yang terinfeksi. Berikut ini yang perlu dihindari ahar tidak tertular virus H5N1:

  • Menyentuh unggas yang terinfeksi
  • Menyentuh atau menghirup kotoran dan sekresi lainnya dari unggas yang terinfeksi
  • Menyiapkan unggas yang terinfeksi untuk dimasak
  • Memotong unggas yang terinfeksi
  • Menangani burung untuk dijual
  • Mengunjungi pasar yang menjual burung hidup

Makan unggas atau telur yang dimasak tidak menyebabkan infeksi. Namun, orang harus memasak unggas sampai suhu internal setidaknya 165 derajat Fahrenheit atau 74 derajat celcius, memasak telur sampai putih dan kuning telur keras.

Kotoran burung dapat mengandung virus flu burung, dan mereka dapat mencemari pakan, peralatan, kendaraan, sepatu, pakaian, tanah, debu dan air. Kaki dan tubuh binatang juga dapat membawa virus H5N1.

Gejala Flu Burung

Seseorang yang terjangkit H5N1 akan mengembangkan gejala serius. Masa inkubasi adalah 2 hingga 8 hari, dan bisa memakan waktu hingga 17 hari. Ini dibandingkan dengan 2 hingga 3 hari untuk flu musiman manusia.

Gejala flu burung adalah hal yang harus diwaspadai. Gejala flu burung pada tahap awal termasuk demam tinggi, lebih dari 38 derajat Celsius, gejala saluran pernapasan bawah, dan lebih jarang, gejala saluran pernapasan bagian atas. Tanda dan gejala flu burung berikut dapat terjadi, seperti melansir Medical News Today, berikut ini:

  • Batuk kering
  • Suara serak
  • Demam tinggi, lebih dari 38 derajat Celsius
  • Hidung tersumbat atau berair
  • Sakit tulang, sendi, dan otot
  • Pendarahan dari hidung
  • Sakit dada
  • Keringat dingin dan kedinginan
  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Kehilangan selera makan
  • kesulitan tidur
  • Sakit perut, kadang-kadang melibatkan diare
  • Pendarahan dari gusi
  • Dahak berdarah

Beberapa pasien mengalami gejala flu burung berupa pneumonia dan kesulitan bernapas. Ini terjadi sekitar 5 hari setelah gejala flu burung pertama muncul. Kondisi pasien bisa memburuk dengan cepat, menyebabkan pneumonia, kegagalan organ ganda, dan bahkan kematian.

Mengapa khawatir terhadap flu burung?

Dalam beberapa kasus, flu burung ditularkan dari satu orang ke orang lain, bukan dari burung ke seseorang. Tapi ini sangat jarang terjadi. Virus flu burung dapat membuat orang sakit jenis lain dari virus flu. Meskipun hanya beberapa ratus orang diketahui telah sakit karena flu burung, lebih dari setengah dari mereka telah meninggal.

Para ahli juga khawatir karena virus flu burung sangat berbeda dari virus flu lain di mana tubuh kita tidak memiliki kekebalan terhadap flu burung tersebut. Tidak memiliki kekebalan berarti bahwa tubuh kita sulit melawan virus. Ini juga berarti bahwa siapa pun, termasuk mereka yang dinyatakan sangat sehat, bisa sakit parah jika ia tertular flu burung.

Flu Burung – Halaman Selanjutnya: 1 2

ikuti-kontes-sehatitubaik-menangkan-berbagai-hadiah-menarik