Pengantin Baru, Jangan Heran Jika Terkena Penyakit Infeksi Kandung Kemih

DokterSehat.Com – Selain merasakah kebahagiaan yang luar biasa karena baru saja menikah, pasangan suami istri juga sebaiknya harus bersiap-siap untuk menghadapi penyakit infeksi kandung kemih. Penyakit yang memiliki nama lain honeymoon cystitis ini memang cukup banyak menyerang pengantin baru. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

doktersehat-french-kiss-ciuman-air-liur-tularkan-penyakit-seksual-menular

Pakar kesehatan menyebutkan jika infeksi kandung kemih biasanya akan menimbulkan gejala layaknya rasa sakit yang muncul pada saat buang air kecil setelah melakukan hubungan intim. Selain itu, banyak pasangan yang mengeluhkan rasa anyang-anyangan atau merasa buang air kecil tidak tuntas sehingga mereka pun harus bolak-balik ke kamar mandi. Infeksi kandung kemih ini memang disebabkan karena hubungan intim yang menjadi pengalaman baru pasangan yang baru menikah.

Pakar kesehatan berkata jika frekuensi hubungan intim pasangan yang baru menikah yang cukup sering dilakukan akan ikut memicu gesekan pada saluran kemih sehingga pada area tersebut rentan dengan masuknya kuman dan bakteri sehingga pada akhirnya terkena peradangan. Biasanya, wanita akan jauh lebih rentan untuk terkena infeksi kandung kemih karena memang memiliki saluran kemih atau uretra yang jauh lebih pendek dibandingkan dengan yang dimiliki oleh laki-laki. Alhasil, bakteri akan lebih cepat masuk ke dalam saluran kemih dan memicu infeksi.

Beruntung, infeksi kandung kemih ini bisa segera diobati dengan antibiotik yang memiliki dosis yang rendah. Selain itu, andai kita sudah merasakan gejala-gejalanya, segeralah diperiksakan ke dokter agar kondisinya tidak semakin memburuk.

Untuk mencegah penyakit infeksi kandung kemih ini, ada baiknya pasangan suami istri yang baru menikah segera buang air kecil setelah berhubungan intim sehingga bakteri pun segera keluar bersama dengan urine. Selain itu, jangan terburu-buru melakukan penetrasi sehingga area saluran kemih tidak akan mudah mengalami lecet-lecet. Hal lain yang harus diperhatikan adalah memenuhi kebutuhan air minum harian sehingga kita pun menjadi lebih sering buang air kecil yang tentu akan membuat bakteri bisa lebih mudah keluar.