Penelitian: Virus Zika Mampu Merusak Reproduksi Dari Tikus Jantan

DokterSehat.Com – Jika sebelumnya kita kerap melihat dampak negatif dari virus zika bagi ibu hamil dan janinnya, kini sebuah penelitian justru menunjukkan jika virus ini ternyata juga bisa membuat masalah bagi kesuburan pria. Hal ini berarti, virus zika kini juga patut diwaspadai oleh siapapun, tak hanya bagi mereka yang sedang hamil. Bagaimanakah caranya virus zika bisa memicu masalah bagi kesuburan pria?

doktersehat-virus-zika-nyamuk-bau-ayam-hidup-cegah-malaria

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Michael Diamond, seorang professor dari Washington University School of Medicine pada jurusan Kedokteran, Patologi, Imunologi, dan Molekular Mikrobiologi. Bersama dengan timnya, mereka mencoba mempelajari apa dampak dari virus zika bagi kesehatan reproduksi pada tikus percobaan jantan yang dianggap bisa mewakili tubuh manusia. Hasilnya adalah, virus zika ternyata memang bisa memberikan dampak buruk jangka panjang bagi organ reproduksi sekaligus kesuburan tikus jantan. Penelitian ini juga menunjukkan fakta mengerikan dimana virus zika ternyata mampu bertahan hidup pada sperma pria hingga berbulan-bulan lamanya sehingga pria yang sudah terinfeksi virus ini, bisa menularkan pada pasangan seksualnya dan memicu masalah kesehatan lainnya.

Professor Diamond menyebutkan jika virus zika juga mampu menghancurkan berbagai organ reproduksi pada tikus jantan, khususnya pada organ yang memproduksi sperma dan sel induk yang membentuk sperma. Alhasil, tikus percobaan ini mengalami kerusakan pada sperma baik itu dalam kualitas ataupun kuantitas, mampu mematikan beberapa hormone yang tentu akan membuat tingkat kesuburan tikus ini berkurang dengan signifikan.

Memang, penelitian ini belum diujicobakan pada manusia, khususnya yang berjenis kelamin pria. Namun, mengingat tikus jantan bisa mewakili organ tubuh pria, besar kemungkinan hal ini terjadi pada organ reproduksi pria. Dengan adanya fakta-fakta ini, Diamond pun berharap agar semua kalangan semakin mewaspadai dan aktif mencegah penularan virus zika agar tidak semakin menyebar ke berbagai tempat.