Penelitian: Minuman Beralkohol Bisa Menurunkan Resiko Penyakit Kardiovaskular

DokterSehat.Com – Meskipun kerap kali mendapat cap negative oleh pakar kesehatan, banyak penelitian yang menunjukkan jika asalkan dengan dosis yang tepat, minuman beralkohol sebenarnya bisa memberikan dampak yang baik bagi tubuh kita. Salah satunya adalah dengan menurunkan resiko penyakit kardiovaskular. Namun, tentu saja kita tidak bisa asal meminum minuman beralkohol setiap hari agar terhindari dari penyakit yang berbahaya ini. Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan saat meminum minuman beralkohol jika ingin terbebas dari penyakit kardiovaskular.

doktersehat-minuman-alkohol-anggur-wine

Pakar kesehatan Donald Novey dari Advocate Medical Group from Park Ridge, Amerika Serikat, menyebutkan jika kita perlu meminum minuman beralkohol dengan takaran yang cenderung sedikit dan sama sekali tidak membuat kita menjadi mabuk. Beliau juga menyarankan kita untuk memperhatikan sistem metabolism tubuh masing-masing, mengingat setiap tubuh, baik pria maupun wanita akan memberikan respon yang berbeda-beda pada kandungan alcohol yang memasuki tubuhnya. Meskipun begitu, United States Department of Agriculture dari Amerika Serikat telah memberikan saran mengenai takaran alcohol yang dianggap cukup aman untuk dikonsumsi oleh semua orang setiap hari, yakni: 12 ons atau sekitar 350 ml bir dalam sehari, 5 ons atau hampir 150 ml wine dalam sehari, dan juga minuman jenis spiritus layaknya gin dan whiskey dengan jumlah yang sangat sedikit, yakni sekitar 40 ml atau 1,5 ons saja setiap harinya. Lebih dari takaran tersebut, konsumsi alkohol justru akan dianggap kurang baik bagi kesehatan tubuh.

Hanya saja, kita juga tidak bisa serta merta hanya mengandalkan konsumsi minuman beralkohol ini jika ingin menjaga kesehatan organ kardiovaskular layaknya jantung dan juga pembuluh darah. Kita juga harus menerapkan gaya hidup sehat dengan rutin berolahraga, mendapatkan waktu tidur yang cukup, dan menerapkan pola makan yang sehat. Dengan melakukan hal-hal ini, kita pun akan terbebas dari resiko terkena penyakit kardiovaskular.