Penelitian: Diet Vegan Bisa Menurunkan Resiko Kanker Payudara

DokterSehat.Com– Banyak orang yang memilih untuk mengadopsi diet vegan dengan tujuan ingin menurunkan atau menjaga berat badan. Namun, sebuah penelitian berhasil menemukan manfaat lain dari mengadopsi pola makan hanya dari produk nabati ini, yakni berupa menurunnya resiko terkena beberapa jenis penyakit kanker dengan signifikan. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

doktersehat-pria-makanan-bergizi-sehat-sayur-buah-bahagia-diet-sindrom-metabolik

Penelitian yang dilakukan di University of Ghent ini menemukan fakta menarik dari konsumsi produk nabati layaknya mengganti susu biasa dengan susu kedelai yang ternyata mampu menurunkan resiko kanker usus hingga 44 persen. Selain itu, konsumsi sari kedelai juga bisa menurunkan resiko kanker payudara hingga 36 persen. Bahkan, konsumsi sari kedelai pada pria juga bisa membuat mereka menurunkan resiko kanker prostat hingga 30 persen. Tak hanya menurunkan resiko terkena kanker, konsumsi produk nabati, khususnya kedelai, ternyata bisa menurunkan resiko terkena diabetes hingga 28 persen, stroke hingga 36 persen, dan penyakit jantung koroner hingga 4 persen.

Dr. Lievens Annemans, salah seorang pakar kesehatan yang terlibat dalam penelitian ini, menyebutkan bahwa diet vegan ternyata bisa berpengaruh positif bagi kesehatan organ-organ tubuh. Sebaliknya, konsumsi makanan hewani dengan berlebihan bisa membuat resiko terkena berbagai penyakit kronis meningkat.

Sebagai informasi, diet vegan dilakukan dengan hanya mengkonsumsi makanan yang berasal dari bahan sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Sementara itu, produk hewani baik itu daging unggas, daging ternak, daging ikan, susu, telur, dan berbagai produk olahannya sama sekali tidak lagi dikonsumsi. Pakar kesehatan dan nutrisi Lily Soutter berkata bahwa dengan mengadopsi pola makan diet vegan ini, maka kita bisa mendapatkan berbagai manfaat kesehatan, khususnya dalam menjaga berat badan tetap ideal dan menurunkan resiko terkena arthritis atau nyeri sendi dengan signifikan.