Penelitian di Kanada Menunjukkan Adanya Harapan Baru Bagi Penderita Multiple-Sclerosis

DokterSehat.Com – Multiple Sclerosis ternyata menjadi salah satu penyakit yang sangat ditakuti oleh orang dewasa dengan usia muda. Tercatat, setidaknya ada 2,3 juta orang di dunia yang terkena penyakit yang menyerang saraf ini. Multiple sclerosis sendiri bisa dijelaskan sebagai penyakit yang uniknya berasal dari sistem kekebalan tubuh sendiri yang melakukan tindakan keliru dimana sistem kekebalan ini justru menyerang lapisan luar lemak pada saraf-saraf otak yang disebut sebagai myelin. Serangan ini kemudian akan menyebabkan kelumpuhan dimana banyak penderitanya akhirnya kesulitan beranjak dari kursi roda.

doktersehat-couple-orang-tua-alzheimer-jalan-sehat

Banyak penderita multiple sclerosis yang menyerah karena tidak lagi bisa mendapatkan kualitas kehidupan yang baik. Namun, sebuah penelitian di Kanada sepertinya memberikan harapan baru bagi penderita multiple sclerosis untuk bisa mendapatkan kembali kualitas kehidupan mereka. Mark Freedman, pakar saraf dari Rumah Sakit Ottawa melakukan penelitian pada University of Ottawa bersama peneliti-peneliti lainnya pada 24 paseien Multiple sclerosis yang sangat agresif. Penyakit ini cenderung sulit untuk disembuhkan dan penderitanya dalam beberapa tahun ke depan harus rela duduk di kursi roda. Namun, Freedman dan kawan-kawan peneliti lainnya memiliki ide dimana mereka berusaha untuk menghancurkan sistem kekebalan tubuh pasien yang merupakan faktor utama pemicu penyakit ini dengan memakai kemoterapi. Setelah itu, Ia pun mengumpulkan sel induk yang berasal dari sumsum tulang pasien dan dimurnikan dan kemudian dicangkokkan kembali ke pasien agar bisa mendapatkan sistem kekebalan tubuh yang baru dan lebih baik.

Dari percobaan ini, diketahui jika ada hasil yang sangat positif bagi penderita multiple sclerosis dimana selama 15 tahun, para pasien ini tidak terkena lagi penyakit berbahaya ini. Hal ini berarti, teknik ini bisa jadi aka memberikan jawaban bagi penderita multiple sclerosis untuk tidak lagi terkena masalah penyakit berbahaya. Hanya saja, ada resiko dari teknik penelitian ini dimana ada satu pasien dari 24 pasien yang meninggal dunia karena adanya komplikasi selama proses penelitian ini berlangsung.