Penelitian: Bersepeda Dengan Kecepatan Tinggi di Kawasan Perkotaan Berbahaya Bagi Kesehatan

DokterSehat.Com – Kini, semakin banyak orang yang mengadopsi gaya hidup memakai sepeda untuk beraktivitas di area perkotaan. Selain bisa membuat fisik menjadi lebih aktif, bersepeda juga dianggap sebagai salah satu cara untuk mengurangi polusi udara. Hanya saja, kita ternyata tidak boleh sembarangan bersepeda, apalagi jika kita mengayuhnya terlalu cepat jika berada di area perkotaan. Pakar kesehatan menyebutkan jika hal ini bisa menimbulkan masalah kesehatan bagi tubuh. Seperti apakah masalah kesehatan ini?

doktersehat-bersepeda-pemanasan

Pakar kesehatan Alex Bigazzi dan timnya yang berasal dari University of British of Columbia melakukan sebuah penelitian yang melibatkan data lebih dari 10 ribu orang. Bigazzi menyebutkan jika dari penelitian ini, para pesepeda sebaiknya tidak mengayuh sepedanya terlalu cepat karena bisa membuat paru-paru kita mengambil oksigen dengan lebih dalam. Padahal, sebagaimana kita ketahui, polusi udara di area perkotaan masih sangat buruk sehingga dikhawatirkan akan lebih banyak polusi yang kita hirup andai kita melakukan hal ini. Menurut beliau, semakin cepat kita bergerak, semakin keras kita bernafas dan pada akhirnya membuat kita terpapar polusi lebih banyak dalam waktu yang singkat. Alhasil, resiko terkena berbagai gangguan kesehatan layaknya asma, stroke, hingga paru-paru pun bisa meningkat andai hal ini terjadi.

Hasil penelitian ini sendiri dipublikasikan pada the International Journal of Sustainable Transportation dimana sangat disarankan para pesepeda untuk mengayuh dengan kecepatan sekitar 12 hingga 20 km per jam saja di area perkotaan. Hanya saja, bagi para pesepeda wanita yang masih berusia muda, kecepatan yang sangat disarankan adalah 13 km per jam dan pria muda sebaiknya lebih pelan dari kecepatan tersebut.

Yang menarik adalah, penelitian ini juga memberikan saran tentang seberapa cepat sebaiknya kita berjalan kaki di area perkotaan dimana kecepatan yang paling disarankan agar kita tidak terlalu banyak menghirup polusi udara adalah 2 hingga 6 km per jam. Sementara itu, pejalan kaki dengan usia di bawah 20 tahun sebaiknya berjalan pelan saja, yakni 3 km per jam. Yang menarik adalah, pejalan kaki yang sudah berusia lanjut justru sangat disarankan berjalan kaki dengan kecepatan lebih dari 4 km per jam.