Penelitian: Ada Antibodi yang Menawarkan Racun Pada Otak Penderita Alzheimer

DokterSehat.Com – Dunia kesehatan telah mengalami kemajuan yang sangat luar biasa di dalam bidang teknologi. Belakangan ini ada sebuah penelitian yang menemukan adanya antibodi yang bisa menghapus semua tanda dan resiko Alzheimer dari otak. Hal ini berarti, ada kemungkinan kita bisa melawan penyakit ini dengan lebih baik di masa depan.

doktersehat-couple-orang-tua-alzheimer-jalan-sehat

Penelitian ini dilakukan dengan cara memindai otak penderita Alzheimer yang diberikan semacam dosis obat berbasis sel imunitas tubuh yang didapatkan dari darah manusia berusia lanjut, yang bisa saja berusia 100 tahun, dan bukan merupakan penderita ataupun mengalami gejala dari Alzheimer. Hasilnya adalah, setelah setahun menggunakan obat ini dengan dosis yang cukup tinggi, secara virtual hasil pemindaian menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan dimana racun yang disebut sebagai plak amyloid, racun yang ada pada otak penderita Alzheimer, menghilang. Penelitian yang juga dirilis dalam jurnal kesehatan Nature ini juga menunjukkan fakta menarik dimana tanda-tanda penurunan fungsi kognitif yang biasanya terjadi pada penderita Alzheimer pun semakin melambat.

Pakar kesehatan yang terlibat dalam penelitian ini, Professor Roger Nitsch yang berasal dari Zurich University menyebutkan jika antibody yang dimaksud adalah aducanumab. Beliau menyebutkan jika ada beberapa pasien yang mendapatkan beberapa dosis dari antibodi ini dan setelah setahun kemudian, dipindailah otak mereka dan ditemukan bahwa dosis yang tertinggi dari pemberian antibodi inilah yang paling efektif mengurangi plak aminoid, yakni dosis sebanyak 10 mg.

Professer Eric Reiman dari Arizona University mengomentari hasil penelitian ini sebagai sebuah titik awal yang baik untuk memerangi Alzheimer di masa depan. Ia pun berharap bahwa akan ada percobaan klinis yang jauh lebih besar dan definitif berdasarkan dari ahsil penelitian ini dan memberikan hasil positif dimana kita bisa mencegah penyakit Alzheimer dengan sebuah satu suntikan saja di lengan.