Peneliti Menemukan Protein Khusus yang Bisa Menhentikan Penyebaran Kanker Payudara

DokterSehat.Com – Baru-baru ini ada kabar yang sangat menggembirakan di dunia kesehatan dimana para peneliti berhasil menemukan sebuah protein yang mampu menghentikan peneybaran kanker payudara. Hal ini tentu memunculkan harapan baru bagi banyak penderita kanker payudara agar bisa mendapatkan pertolongan yang jauh lebih baik. Protein ini disebut sebagai protein reseptor EphA2 yang bisa secara efektif menangkap sel-sel yang sudah terinfeksi oleh kanker payudara sehingga tidak akan menyebar ke bagian tubuh lain dan membuat kerusakan yang jauh lebih parah.

doktersehat-kanker-payudara-breast-cancer

Ditemukannya protein ini berasal dari sebuah penelitian yang didanani oleh Cancer Research UK yang memakai teknik pemetaan intearksi sel kanker dan bagaimana sel kanker ini bertukar informasi dengan sel pembentuk darah. Penelitian ini juga mempelajari bagaimana sel-sel kanker payudara bergerak di dalam tubuh sehingga para peneliti pun menjadi lebih tahu tentang pergerakan sel kanker payudara. Pakar kesehatan pun mengaku lega pada akhirnya mereka menemukan protein yang mampu menghentikan penyebaran sel kanker payudara.

Dengan adanya penemuan protein ini, pakar kesehatan pun lebih percaya diri untuk mengembangkan obat yang bisa mengatasi masalah kanker payudara yang selama ini menyerang begitu banyak penderita di seluruh dunia, khususnya kaum hawa yang memang memiliki resiko besar terkena kanker payudara ini. Sebagai informasi, kanker payudara dalah penyakit yang cukup banyak menyerang kaum wanita di seluruh dunia dimana dari data yang diungkapkan oleh World Cancer Research Fund pada tahun 2012, diketahui bahwa penderita kanker payudara di seluruh dunia hampir mendekati 1,7 juta juwa dan setidaknya ada 522 ribu wanita yang harus meregang nyawa karena penyakit ini.

Dr. Claus Jorgensen yang berasal dari Institute of Cancer Research yang bertempat di London berkata jika setelah ditemukannya protein ini, para peneliti sedang berjuang agar bisa mempertahankan protein reseptor ini tetap aktif sehingga akan mempermudah pengobatan penyakit payudara.