Peneliti Berhasil Menemukan Cara Mencegah Kerontokan yang Disebabkan Oleh Kemoterapi

DokterSehat.Com – Bagi para penderita kanker, proses penyembuhan penyakit ini biasanya akan menjadi saat yang cukup membuat mereka menderita. Ada beberapa cara untuk menyembuhkan kanker, namun, yang cukup banyak dikenal oleh orang adalah kemoterapi. Biasanya, mereka yang melakukan kemoterapi akan mengalami dampak negatif berupa penurunan berat badan dengan signifikan hingga kerontokan rambut yang cukup parah. Karena alasan inilah banyak penderita kanker yang bahkan bisa menjadi gundul saat melakukannya.

doktersehat-rambut-rontok-daun-jambu-biji

Beruntung, sekelompok ilmuwan baru-baru ini menemukan cara untuk mencegah kerontokan yang terjadi pada para pasien kanker yang sedang melakukan kemoterapi sehingga mereka pun tidak akan mengalami masalah kepercayaan diri. Berdasarkan hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal kesehatan berjudul JAMA, para peneliti ini berhasil menciptakan semacam alat pendingin kepala yang khusus diperuntukkan bagi penderita kanker yang ingin mencegah masalah kerontokan rambut pasca melakukan kemoterapi.

Penelitian ini sendiri dilakukan dengan melibatkan 182 wanita yang menderita kanker payudara dan akan melakukan kemoterapi untuk mengatasinya. 119 orang diminta untuk memakai alat pendingin kepala ini dan sisa 63 orang lainnya tidak. Tak hanya untuk mengetahui apakah alat ini mampu menurunkan masalah kerontokan rambut, para peneliti juga ingin tahu apakah alat ini bisa membantu efisiensi aktifitas kemoterapi atau tidak.

Dari hasil penelitian ini, diketahui bahwa alat ini ternyata berhasil menurunkan suhu pada kepala sehingga membuat aliran darah menuju folikel rambut sebelum, saat, atau setelah melakukan kemoterapi, menurun dengan signifikan. Separuh dari mereka yang memakai alat ini berhasil menjaga rambutnya tetap utuh dan tidak mengalami kerontokan yang parah.

Salah seorang peneliti, dr. Dawn Hershman, berkata bahwa penemuan ini sepertinya bisa menjadi jawaban akan masalah kerontokan yang selalu terjadi pada mereka yang melakukan kemoterapi. Penelitian lanjutan pun akan dilakukan untuk menyempurnakan alat pendingin kepala ini.