Takikardi Supraventrikuler (SVT) – Penegakan Diagnosis

PSVT umumnya tidak mengancam kehidupan kecuali individu memiliki gangguan jantung lainnya. Segera ke dokter atau bawa pasien ke UGD jika salah satu kondisi berikut terjadi:

Takikardi Supraventrikuler doktersehat

  • Episode denyut jantung yang cepat atau palpitasi adalah yang pertama, dan gejala berlangsung lebih lama dari beberapa detik hingga beberapa menit.
  • Orang tersebut telah memiliki episode riwayat PSVT, dan episode saat ini tidak reda dengan manuver vagal (manuver vagal adalah suatu manuver untuk memicu nervus vagal agar denyut jantung semakin berkurang, seperti batuk, bernapas dalam-dalam, atau mengejan sambil menutup hidung).

Orang dengan gejala tersebut jangan pergi sendiri ke rumah sakit. Hubungi 119 untuk bantuan darurat jika diperlukan:

  • Denyut jantung terasa cepat dan merasa pusing atau pingsan
  • Denyut jantung terasa cepat dengan nyeri dada
  • Merasa sesak napas dengan detak jantung yang cepat

Penegakan diagnosis supraventricular takikardia (SVT, PSVT)
Seorang profesional perawatan kesehatan akan bertanya tentang gejala-gejala pasien, riwayat medis dan riwayat operasi yang pernah dijalani pasien, gaya hidup, dan obat-obatan. Pemeriksaan fisik akan fokus pada jantung dan organ lainnya, seperti paru-paru, yang mungkin menjelaskan alasan untuk gejala.

Pemeriksaan lainnya yang mungkin dilakukan untuk mengkonfirmasi diagnosis PSVT dan untuk membantu dokter dalam menyesuaikan pengobatan yang paling tepat. Paling sering, elektrokardiogram (EKG) dilakukan dan pemeriksaan meliputi:

  • Elektrokardiogram (EKG): EKG adalah pemeriksaan yang cepat, non-invasif tanpa rasa sakit yang mendeteksi aktivitas listrik jantung. Melalui 12 elektroda, atau lead, yang melekat pada dada, lengan, dan kaki, gelombang listrik jantung akan terdeteksi dan mewakili aktivitas listrik jantung dari 12 arah yang berbeda. Hal ini memungkinkan deteksi dari sejumlah jenis masalah dalam jantung. EKG dapat membantu mengidentifikasi berbagai aritmia yang berbeda termasuk PSVT dan dalam beberapa kasus penyebab yang mendasarinya. Namun, pemeriksaan lebih lanjut atau bahkan penatalaksanaannya tergantung pada temuan EKG.
  • EKG rawat jalan: Pada saat seseorang mencapai fasilitas medis, gejala akan kadang-kadang berhenti dan EKG yang tercetak normal. Padahal diagnosis yang akurat tergantung pada tangkapan denyut jantung yang cepat pada EKG. Pemantauan EKG yang lebih lama akan membantu memantau jantung selama periode waktu tertentu, biasanya 1-2 hari. EKG rawat jalan lebih mungkin untuk mendokumentasikan setiap irama jantung abnormal. Pasien memakai perangkat monitor yang terpasang pada tubuhnya selama sehari penuh, disebut monitor Holter, sementara orang tersebut dapat pergi dan melakukan kegiatan sehari-hari seperti biasa. Pasien juga menulis catatan apa yang dirasakan selama mengenakan perangkat untuk memungkinkan dokter mendeteksi adanya kelainan pada rekaman EKG selama waktu ketika pasien memliki gejala.
  • Echokardiogram (ECHO): Ini adalah pemeriksaan USG jantung noninvasif. Sebuah alat kecil akan dipasangkan dan ditempelkan ke dada. Dengan gelombang ultrasound, maka alat akan mentransmisikan gambar (sonogram) dari dinding jantung dan katup jantung ke layar televisi. Alat ini juga mengukur seberapa baik ventrikel kiri dipompa. Echo digunakan menampilkan untuk setiap masalah dalam struktur jantung, katup, atau otot. Echocardiogram sering digunakan pada pasien dengan SVT yang tidak teratur, tapi jarang dilakukan pada PSVT.
  • Stress test: Tes stres adalah EKG yang dilakukan baik pada saat istirahat dan saat jantung berada di bawah tekanan, biasanya dengan latihan di atas treadmill atau sepeda latihan. Jika pasien tidak dapat berolahraga, pasien dapat diberikan obat yang akan membuat jantung “stres” sementara. Tes ini membantu dalam diagnosis penyakit jantung koroner, yaitu, penyumbatan arteri koroner oleh plak lemak (aterosklerosis). Penyakit jantung koroner mencegah jantung mendapatkan darah yang cukup, dan ini dapat menyebabkan irama jantung abnormal. Pemeriksaan ini digunakan pada beberapa pasien yang mungkin memiliki PSVT terkait stress dan untuk masalah yang berhubungan dengan jantung lainnya, seperti pasokan darah yang buruk ke jantung (iskemia).
  • Kateterisasi jantung dan angiografi koroner: Jika hasil stress test abnormal atau jika pasien mengalami nyeri dada, sesak napas, atau kehilangan kesadaran, pasien sebaiknya menjalani kateterisasi jantung di bawah anestesi lokal untuk menilai penyakit pada jantung dan katup. Angiografi adalah jenis pemeriksaan pencitraan yang menggunakan pewarna ke dalam arteri untuk menyoroti penyumbatan dan kerusakan pembuluh darah jantung. Biasanya, tes ini tidak dilakukan pada pasien dengan PSVT kecuali mereka memiliki faktor risiko yang signifikan untuk penyakit arteri koroner dan gejala berat.
  • Pemeriksaaan elektropsikologi: Pasien mungkin perlu tes ini jika mereka memiliki detak jantung yang cepat, tetapi tubuh mereka tidak mentoleransi pengobatan, atau jika jantung telah menciptakan jalur listrik baru yang berkontribusi terhadap ritme abnormal. Tes ini melibatkan penempatan beberapa elektroda alat pacu jantung ke bilik jantung untuk merekam aktivitas listrik. Elektroda ditempatkan oleh kateter ke pembuluh darah jantung, anestesi lokal diterapkan pada kateterisasi jantung. Tes ini jarang digunakan pada pasien dengan PSVT.
  • Pemeriksaan laboratorium
    • Tes darah dapat dilakukan untuk menyingkirkan penyakit tiroid dan bukti kerusakan otot jantung karena penyakit arteri koroner (serangan jantung).
    • Pemeriksaan urin dan tes darah tambahan mungkin dilakukan untuk menyingkirkan kadar obat-obatan yang abnormal atau obat-obatan terlarang yang dapat menyebabkan denyut jantung yang cepat.
Takikardi Supraventrikuler (SVT) – Halaman Selanjutnya: 1 2 3 4 5 6