Pendarahan Saluran Cerna (Gastrointestinal) – Penegakan Diagnosis dan Penanganan

Cara mendiagnosis penyebab perdarahan gastrointestinal bagian atas atau bawah adalah sebagai berikut:

doktersehat-konsultasi-dokter-usus-kanker

  • Seorang dokter akan melakukan penelurusan riwayat dan pemeriksaan fisik yang lengkap untuk mengevaluasi masalah pasien. Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik termasuk pemeriksaan rektal dengan jari, untuk mencari darah yang terlihat di tinja atau darah mikroskopik dari rektum.
  • Tes laboratorium seperti hitung darah lengkap, kimia serum, tes hati, dan pengujian koagulasi darah juga dapat membantu menentukan tingkat keparahan perdarahan dan untuk menentukan faktor-faktor yang dapat menyebabkan masalah.
  • Dokter mungkin perlu melakukan prosedur yang disebut endoskopi atau kolonoskopi. Endoskopi adalah tabung panjang dengan kamera mungil di ujungnya. Tabung ini akan masuk ke dalam perut, dan bagian pertama dari usus kecil. Kolonoskopi mengacu pada perjalanan tabung dengan kamera kecil melalui rektum ke usus besar, untuk langsung melihat sumber perdarahan. Kedua prosedur tersebut bisa menjadi pemeriksaan diagnostik, dapat menemukan sumber pendarahan; dan dapat sebagai pemeriksaan terapeutik, yaitu sekaligus menghentikan area pendarahan yang ditemukan.

Apa penanganan perdarahan gastrointestinal (GI)?

  • Tidak ada perawatan mandiri rumah untuk perdarahan gastrointestinal berat.
  • Wasir atau fisura anus dapat diobati dengan diet tinggi serat, cairan untuk menjaga agar tinja tetap lunak, dan pelunak tinja jika perlu.
  • Perdarahan gastrointestinal yang serius dapat mengganggu kestabilan tanda-tanda vital seorang pasien. Tekanan darah pasien bisa turun tajam, dan detak jantungnya bisa meningkat.
  • Dokter perlu mengatasi kondisi tersebut dengan pemberian cairan infus dan mungkin transfusi darah.
  • Dalam beberapa kasus, pasien mungkin perlu dioperasi.
  • Bagi penderita pendarahan saluran pencernaan bagian atas, seperti pendarahan dari lambung , pasien dapat diberi inhibitor pompa proton IV (PPI) seperti omeprazole (Prilosec) untuk menekan asam lambung.
  • Jika sejumlah besar darah berada di saluran pencernaan bagian atas, pasien mungkin diberi prokinetika (obat yang membantu pengosongan perut) seperti eritromisin atau metoklopramid (Reglan) untuk membantu membersihkan lambung darah, gumpalan darah, atau residu makanan sebelum prosedur endoskopi. untuk membersihkan perut.
  • Obat lain dapat meliputi somatostatin atau octreotide (Sandostatin) jika ada perdarahan varises (pembuluh darah kecil), atau antibiotik pada pasien dengan sirosis hati.
  • Pasien harus pergi ke bagian gawat darurat rumah sakit jika mengalami pendarahan gastrointestinal berat.
Pendarahan Saluran Cerna (Gastrointestinal) – Halaman Selanjutnya: 1 2 3 4 5