Penderita Pseudogout Sering Mengalami Nyeri Sendi

DokterSehat.com – Pseudogout adalah penyakit akibat pengendapan kristal kalsium pirofosfat dihidrat. Penyakit ini menimbulkan nyeri yang bisa hilang dan timbul akibat endapan tersebut.



Penyakit ini biasanya terjadi pada usia lanjut, baik pria maupun wanita. Pada akhirnya penyakit ini menyebabkan kemunduran pada sendi yang terkena.

Penyebab

Belum diketahui pasti penyebab pseudogout. Namun, penyakit ini bisa dialami seseorang yang menderita penyakit, seperti:

  • Hipomagnesemia, rendahnya kadar magnesium dalam darah
  • Hiperparatiroidisme, tingginya kadar kalsium dalam darah akibat kadar hormon paratiroid
  • Hemokromatosis, tingginya kadar zat besi dalam jaringan.

Gejala

Gejala yang ditunjukkan bervariasi. Pada beberapa penderita, serangan artritis dapat menyebabkan nyeri pada lutut, pergelangan tangan, atau sendi lain yang relatif besar.

Pada penderita lainnya mengalami nyeri menahun atau menetap, serta kekakuan pada tungkai dan sendi lengan, yang dapat menimbulkan kerancuan dengan gejala artritis rematoid.

Serangan akut biasanya tidak sehebat gout. Diantara serangan, beberapa penderita tidak merasakan nyeri, bahkan beberapa orang yang memiliki sejumlah besar endapan kristal tidak merasakan nyeri.

Diagnosa

Diagnosis akan ditegakkan bila hasil pemeriksaan cairan sendi menunjukkan adanya kristal kalsium pirofosfat. Pada foto rontgen akan terlihat endapan putih dari kristal kalsium pirofosfat.

Pengobatan

Pengobatan biasanya bisa menghentikan terjadinya serangan akut dan mencegah munculnya serangan baru, namun tidak bisa mencegah kerusakan sendi yang terkena. Untuk mengurangi nyeri dan peradangan, kebanyakan diberikan obat anti peradangan non-steroid seperti ibuprofen.

Untuk mengurangi peradangan dan nyeri selama serangan kadang disuntikkan kolkisin secara intravena dan untuk mencegah serangan diberikan kolkisin dosis rendah dalam bentuk tablet. Kadang cairan sendi yang berlebihan dibuang dan suatu larutan kristal kortikosteroid disuntikkan langsung ke dalam sendi untuk mengurangi peradangan.