Penderita Diabetes Sebaiknya Memilih Nasi Dingin

DokterSehat.Com – Mereka yang menderita diabetes tentu harus lebih memperhatikan asupan makanan atau minumannya sehari-hari. Jika tetap asal mengkonsumsi makanan seperti biasa, bisa jadi kondisi gula darah akan meningkat dengan pesat sehingga membuat diabetes menjadi lebih parah. Biasanya, penderita diabetes akan sebisa mungkin mengurangi makanan yang cenderung manis layaknya minum teh pahit atau mengurangi makanan dalam bentuk kue yang cenderung memiliki banyak gula. Selain itu, terdapat sebuah mitos dimana penderita diabetes sebaiknya tidak mengkonsumsi nasi yang panas. Apakah mitos ini benar adanya?

doktersehat-gagal-ginjal-Hemoialisis

Masyarakat menganggap jika nasi yang panas masih memiliki kandungan gula yang cenderung tinggi yang tentu akan memicu semakin meningkatnya kadar gula dalam darah. Menurut pakar kesehatan, kandungan kalori dari nasi panas maupun nasi dingin akan cenderung sama saja, yakni 175 kalori untuk 100 gram. Hanya saja, indeks glikemik dari nasi dingin akan jauh lebih menurun jika dibandingkan dengan nasi yang masih panas. Karena fakta inilah, nasi dingin cenderung akan lebih lama dicerna oleh mulut dan mencegah kenaikan gula darah dengan waktu yang cepat.

Pakar kesehatan menyarankan agar kita membatasi porsi nasi putih saat makan alih-alih berpikir tentang nasi apa yang kita konsumsi. Cobalah untuk lebih menyeimbangkan kadar gizi pada setiap porsi makanan yang kita konsumsi. Selain pembatasan nasi putih, ada baiknya kita juga memenuhi kebutuhan asupan buah-buahan dan sayuran yang kaya serat mengingat serat inilah yang berperan besar dalam pengendalian kadar gula dalam darah.

Nasi dingin memang bisa menjadi rekomendasi yang apik bagi penderita diabetes mengingat indeks glikemiknya yang cenderung rendah. Hanya saja, jangan lupakan pula kebutuhan protein, serat, dan juga lemak secara seimbang. Selain itu, cobalah untuk makan dengan teratur dan membatasi camilan, apalagi camilan yang manis-manis. Dengan cara ini, kadar gula darah pun akan bisa lebih dikendalikan sehingga penyakit diabetes tidak menjadi semakin parah.