Penderita Belpasi Perlu Terapi

DokterSehat.Com – Bell’s palsy atau yang sering disebut Belpasi merupakan suatu keadaan dimana seseorang seperti terserang penyakit stroke ringan, meskipun tak sama persis. Misalnya si penderita tidak bisa menggerakan area bibir baik sebelah kiri atau sebelah kanan. Mata akan susah untuk menutup atau mengedip dan biasanya hanya menyerang wajah satu sisi saja, baik itu kiri ataupun kanan.



Perbedaan belpasi dengan stroke

Pada penderita belpasi yang terserang hanya syaraf tepi saja, sedangkan pada penderita stroke yang terserang adalah syaraf pusat. Oleh sebab itu penderita belpasi tidak akan mengalami gangguan pada ingatan, berberda dengan penderita yang terkena stroke.

Terjadi disfungsi syaraf VII (syaraf fascialis). Berbeda dengan stroke, kelumpuhan pada sisi wajah ditandai dengan kesulitan menggerakan sebagian otot wajah, seperti mata tidak bisa menutup, tidak bisa meniup, dan lain-lain. Beberapa ahli menyatakan penyebab Belpasi atau Bell’s Palsy berupa virus herpes yang membuat syaraf menjadi bengkak akibat infeksi.

Penyebab

Sampai saat ini apa yang menjadi penyebab belpasi, masih menjadi perdebatan. Ada yang menduga terkait infeksi (pembengkakan) pada telinga anak. Letaknya yang dekat membuat  radang di telinga akan memicu munculnya belpasi.

Namun ada juga yang menghubungkannya dengan infeksi beragam virus, terutama yang paling sering adalah virus herpes simpleks. Virus ini akan menyerang langsung ke daerah susunan saraf  nervus VII sehingga menyebabkan pembengkakan (udema).

Dokter akan segera memberikan obat anti udema (seperti asiklofir) karena biasanya terjadi sumbatan di bagian saraf tersebut, adanya saraf yang terjepit.  Secara umum, pemberian obat berlangsung sekitar 2 minggu dan diharapkan bisa segera mengempiskan saraf yang bengkak atau paling tidak agar  gangguannya tak semakin berat. Dokter juga akan memberikan obat tetes mata agar mata yang tidak bisa berkedip tersebut tidak kering atau mengalami iritasi.

Baca Juga:  Penyebab dan Cara Mengatasi Anak Terlambat Bicara

Dari masase sampai elektrikal stimulasi

Selain pemberian obat, gangguan belpasi juga perlu terapi khusus. Menurut dr. Amendi Nasution Sp.KFR (K), terapi sangat penting untuk menstimulasi otot yang mengalami kelumpuhan. Sebagian otot wajah anak lumpuh akibat belpasi.  Nah, kalau tidak distimulasi, otot yang lumpuh tersebut lama-kelamaan akan mengecil, papar dokter dari Departemen Rehabilitasi Medik RSCM ini.

Amendi menambahkan, ada beberapa terapi yang bisa dilakukan. Antara lain dengan menggunakan alat elektrikal stimulasi, masase (pijat),  dan terapi kaca (mirror exercise). Elektrikal stimulasi merupakan suatu alat stimulasi otot yang bertujuan untuk mencari otot  yang lemah selanjutnya diberi rangsangan tertentu agar lebih kuat atau tak mengecil.

Sedang masase merupakan suatu manipulasi sistemik dan ilmiah dari jaringan tubuh dengan maksud perbaikan atau pemulihan. Masase memberi efek mengurangi udema, memberi relaksasi otot dan mempertahankan tonus otot. Sementara terapi juga bisa dilakukan di depan cermin. Misalnya, anak diminta untuk mengembungkan mulutnya supaya otot yang mengalami gangguan terstimulasi atau bekerja.

Intinya, kalau semua proses dilalui, peluang anak untuk sembuh total sangat besar. Artinya, otot dan saraf yang mengalami kelumpuhan tersebut bisa berfungsi kembali seperti semula. Apalagi pada anak, gangguan ini umumnya lebih cepat disembuhkan ketimbang pada orang dewasa. Bila diobati dengan baik, sekitar 90-95%  anak akan kembali normal, imbuh Irawan menutup pembicaraan.

Tips

  • Segera bawa anak ke dokter bila curiga terkena belpasi. Dalam waktu 2 X 24 jam, anak harus mendapat pengobatan. Pertolongan yang cepat akan mencegah gangguan ini menjadi lebih parah.
  • Lakukan terapi sesuai anjuran dokter.  Awalnya terapi bisa jadi dilakukan setiap hari. Setelah kondisi mulai membaik, terapi dilakukan sesuai kebutuhan. Terapi yang tak dilakukan secara rutin dan konsisten berisko terjadinya gejala sisa. Artinya, anak tak sembuh secara total.