Syok – Penanganan, Tindak Lanjut, dan Prognosis

Staf di UGD terlatih dalam penilaian awal pasien syok. Tindakan pertama adalah untuk memastikan bahwa saluran napas (A=airway), pernapasan (B=breathing), dan sirkulasi (C=circulation) telah dinilai. ABC disebut adalah:

doktersehat-rumah-sakit-emergensi-darurat

  • A, Saluran napas: Penilaian apakah pasien cukup sadar untuk mencoba benapas spontan dan/ atau jika ada ada sesuatu yang menghalangi mulut atau hidung.
  • B, Pernapasan: Penilaian kecukupan pernapasan dan apakah perlu dibantu dengan bantuan napas seperti bantuan mulut-ke mulut atau intervensi yang lebih agresif seperti ambubag dan masker atau intubasi dengan tabung endotrakeal dan ventilator.
  • C, Sirkulasi: Penilaian kecukupan tekanan darah dan penentuan apakah infus diperlukan untuk pemberian cairan atau obat untuk mendukung tekanan darah.

Jika ada perdarahan yang jelas terjadi, usahakan mengontrol tekanan darah.

Pengecekan gula darah dengan jari akan dilakukan untuk memastikan bahwa hipoglikemia (gula darah rendah) tidak ada.

Di UGD, diagnosis dan penanganan akan terjadi pada waktu yang bersamaan.

Pasien akan diperlakukan dengan suplementasi oksigen melalui kanula nasal, masker wajah, atau intubasi endotrakeal. Metode pemberian oksigen dan jumlah oksigen akan dititrasi untuk mengupayakan cukupnya oksigen bagi tubuh. Sekali lagi, tujuannya adalah supaya setiap hemoglobin membawa oksigen.

Darah dapat ditransfusikan jika perdarahan (hemoragik) merupakan penyebab dari syok. Jika perdarahan tidak terjadi, cairan intravena akan diberikan untuk meningkatkan volume cairan dalam pembuluh darah.

Obat intravena dapat digunakan untuk mencoba untuk menjaga tekanan darah (vasopressor). Obat tersebut bekerja dengan merangsang jantung untuk berdetak dengan kuat dan dengan meremas pembuluh darah untuk meningkatkan aliran darah.

Follow-up syok
Pasien dengan syok yang sakit kritis akan dirawat di Unit Perawatan intensif. Tergantung pada kondisi yang mendasarinya, spesialis yang berbeda akan terlibat untuk merawat pasien tersebut. Perawat dengan kemampuan menangani syok, terapis pernapasan, dan apoteker akan ditambahkan ke tim dokter yang ditugaskan untuk merawat satu pasien.

Baca Juga:  Syok - Penyebab

Ketika tubuh dalam keadaan stres, tubuh menjadi lebih rentan terhadap infeksi. Ketika seorang pasien terpasang tabung untuk waktu yang cukup lama, pasen tersebut berada pada risiko infeksi tang lebih tinggi. Namun, para staf rumah sakit akan Waspada untuk mencoba mencegah Infeksi nosokomial (inveksi yang terjadi akibat berada di rumah sakit).

Asuhan keperawatan yang diperpanjang sering diperlukan jika seseorang mampu melewati fase syok. Rehabilitasi mampu dilakukan dalam waktu yang cukup lama sehingga semua organ dapat kembali ke fungsi awalnya. Durasi syok menentukan kerusakan organ lebih lanjut, dan perbaikan penuh mungkin tidak dapat dicapai. Kerusakan otak dapat melanjut ke kondisi stroke dan gangguan proses berpikir. Kerusakan jantung dan paru dapat memberikan efek disabilitas yang signifikan yang meliputi menurunnya kemampuan berolahraga dan beraktivitas. Kerusakan ginjal dapat membuat pasien membutuhkan cuci darah.

Prognosis syok
Syok adalah kulminasi gagal sistem organ multipel pada tubuh. Meskipun mendapatkan perawatan terbaik, terdapat risiko signifikan untuk meninggal. Tingkat kematian dari syok tergantung pada tipe dan alasan syok, usia, dan kondisi kesehatan yang mendasari.