Penanganan Pertama Pada Cedera yang Kerap Kita Lakukan Ini Justru Semakin Memperburuknya

DokterSehat.Com– Kadangkala tanpa sengaja kita mengalami cedera ringan saat melakukan aktifitas sehari-hari. Sayangnya, penanganan pertama pada cedera ringan yang kita lakukan kerap kali tidak tepat sehingga justru beresiko membuat cedera menjadi semakin buruk. Apa sajakah penanganan pertama pada cedera yang keliru tersebut?

doktersehat-cedera-olahraga-keseleo-kaki

Mengompres memar dengan es
Saat terbentur atau kejatuhan benda tumpul, maka tubuh kita bisa mengalami memar. Kebanyakan orang akan segera mengompres memar memakai es batu dengan tujuan mengurangi memar tersebut. Sayangnya, pakar kesehatan tidak merekomendasikan untuk mengompres memar dalam waktu yang lama karena bisa membuat darah membeku dan memicu komplikasi.

Mengangkat tubuh orang yang jatuh pingsan
Kebanyakan orang akan segera mengangkat mereka yang jatuh pingsan. Padahal, pakar kesehatan menyarankan kita untuk mengangkat kaki orang tersebut. Lalu, bukalah kancing atau sabuk yang cenderung mengikat atau ketat pada tubuh agar aliran darah semakin lancar dan barulah kita coba untuk menyadarkannya. Selain itu, jangan menggosok hidung orang yang pingsan dengan alkohol karena bisa memicu keracunan.

Berusaha untuk muntah saat keracunan
Banyak orang yang sengaja berusaha untuk memuntahkan isi perut begitu merasa perutnya terasa tidak nyaman atau mengalami keracunan. Padahal, hal ini akan membuat kadar asam pada saluran pencernaan semakin meningkat dan bisa memicu luka pada kerongkongan.

Menggosok mata saat kemasukan debu
Kebanyakan orang akan langsung menggosok matanya saat kemasukan debu atau benda asing lainnya. Padahal, hal ini bisa memicu luka atau iritasi pada bola mata. Cobalah untuk mengedipkan mata beberapa kali terlebih dahulu agar air mata lebih banyak yang keluar dan membantu mengeluarkan benda asing tersebut.

Menggerakkan tulang saat terkilir
Jangan langsung menggerakkan tulang atau persendian saat terkilir karena bisa membuat cedera menjadi semakin parah.