Skiatika – Penanganan, Pembedahan, dan Pengobatan Lainnya

Pengobatan andalan pengobatan skiatika adalah modifikasi aktivitas dan pengobatan nyeri. Setelah mendiagnosa penyakit skiatika, dokter akan hampir pasti meresepkan atau memberikan obat untuk rasa sakit. Obat NSAID (obat antiinflamasi nonsteroid) yang berpotensi kuat seperti meloxicam (Mobic) dan diklofenac (Voltaren) sering diresepkan. Paracetamol (Tylenol) dan relaksan otot seperti cyclobenzaprine (Flexeril) dan tizanidine (Zanaflex) juga sering diresepkan. Jika rasa sakitnya parah dan tidak mereda dengan pemberian obat-obatan ini, pengobatan yang lebih kuat seperti narkotika (kodein, Vicodin, morfin) mungkin diresepkan untuk menghilangkannya. Obat-obatan narkotika paling baik digunakan dalam jangka waktu yang singkat.

doktersehat-mri-scan-sindrom-tourette

Apakah pembedahan diperlukan?
Walaupun semua yang diinstruksikan sudah dilakukan, rasa sakit berlanjut dan CT atau MRI menunjukkan adanya masalah pada diskus atau tulang belakang, operasi pembedahan mungkin direkomendasikan. Operasi punggung umumnya dilakukan pada pasien yang telah mencoba semua metode pengobatan lainnya terlebih dahulu. Ada pengecualian untuk ini, seperti orang-orang dengan kerusakan saraf yang sedang berlangsung atau sindrom cauda equina.

Apa bentuk pengobatan lainnya untuk skiatika?
Fisioterapi sering diresepkan untuk skiatika.

Seseorang mungkin menerima instruksi khusus dari dokter untuk mengatasi nyeri punggung. Beberapa akan merekomendasikan menggunakan terapi panas atau terapi dingin. Seseorang juga bisa mendapatkan informasi dengan latihan punggung dan peregangan yang diharapkan dimulai saat rasa sakit membaik. (pembahasan mengenai hal ini berasal dari sumber yang berbeda dan memiliki informasi yang saling bertentangan.)

Penelitian saat ini merekomendasikan pasien untuk tetap aktif, dalam batasan sampai pasien merasa nyeri. Cobalah untuk tetap bekerja jika memang memungkinkan. Jika rasa sakit memaksa seseorang untuk beristirahat, lakukanlah, tapi hindari tidur di tempat tidur hanya karena sakit punggung.

Baca Juga:  Skiatika - Kapan Harus ke UGD dan Pemeriksaan yang Dilakukan

Jika tidak ada perbaikan setelah seminggu atau 10 hari, bicarakan dengan dokter tentang terapi alternatif. Jutaan orang mendapatkan kelegaan dengan mengunjungi fisioterapi, osteopati, dan chiropraktik. Pasien lain menemukan bahwa teknik relaksasi dan akupunktur juga mampu meredakan kondisi nyeri.

Suntikan epidural, yang merupakan suntikan steroid (umumnya dikenal sebagai kortison atau prednison) ke dalam tulang belakang, kadang-kadang dilakukan untuk nyeri skiatika yang menetap.

Penelitian telah menunjukkan bahwa terapi olahraga sangat membantu untuk mengobati nyeri punggung yang berlangsung lebih dari beberapa minggu. Olahraga yang baik termasuk berjalan kaki, yoga, pilates, dan program latihan khusus lainnya.

Penelitian terbaru di Eropa dan Skotlandia menunjukkan bahwa suntikan toksin botulinum (Botox) memberi kelegaan pada banyak orang yang menderita skiatika jangka panjang. Sejauh ini  tidak cukup banyak kasus atau penelitian yang tuntas untuk membuat tindakan suntikan toksin botulinum lebih dari sekedar prosedur eksperimental.