Stres – Penanganan Mandiri dan Manajemen Stres

Alam, bagaimanapun, telah memberikan kita proses yang efisien (mekanisme) untuk mengatasi stres melalui aksis HPA dan lokus coeruleus/ sistem saraf simpatik. Selain itu, penelitian telah menunjukkan proses biologi yang menjelaskan bahwa terlalu banyak stres, terutama ketika kita tidak dapat memprediksi atau mengontrolnya, akan berbahaya bagi kesehatan kita.

doktersehat-lari-hilangkan-stres

Apa yang bisa dilakukan untuk manajemen stres? Apa penanganan mandiri di rumah (home remedy) untuk memerangi gejala stres?
Jika kita berpikir tentang penyebab stres, sifat respons stres, dan efek negatif dari beberapa jenis stres (stres berkepanjangan, tak terduga, atau stres yang tidak dapat dimanajemen), beberapa strategi manajemen yang sehat dan penanganan mandiri untuk memerangi efek stres menjadi jelas. Langkah penting dalam manajemen stres dan penanganan gejala terkait stres adalah olahraga. Karena respon stres mempersiapkan kita untuk melawan atau melarikan diri (fight or flee), tubuh kita perlu prima untuk bertindak. Sayangnya, bagaimanapun, kita biasanya menangani stres sambil hanya duduk manis, berdiri di bawah AC, atau di belakang kemudi terjebak macet. Padahal olahraga secara teratur membantu untuk mengecilkan produksi hormon stres dan zat kimia dari saraf terkait. Dengan demikian, olahraga dapat membantu menghindari kerusakan tubuh akibat stres berkepanjangan. Bahkan, penelitian telah menemukan bahwa olahraga adalah antidepresan kuat, anxiolytic (memerangi kecemasan), dan memberikan bantuan tidur bagi banyak orang.

Selama berabad-abad dalam tradisi agama Timur, manfaat dari teknik meditasi dan relaksasi lainnya telah dikenal dengan baik. Sekarang, pengobatan Barat dan psikologi telah menemukan kembali kebijakan tertentu, diterjemahkan ke dalam metode nonspiritual sederhana, dan diverifikasi secara ilmiah efektivitasnya. Dengan demikian, satu atau dua sesi meditasi 20-30 menit sehari dapat memiliki efek menguntungkan yang berkepanjangan pada kesehatan. Memang, meditasi tingkat lanjut dapat bahkan secara signifikan mengontrol tekanan darah dan denyut jantung juga.

Kita tahu bahwa orang-orang, ketika stres, terkadang menyalahgunakan obat (narkoba) atau alkohol, tapi kita juga tahu bahwa banyak zat yang justru mensentisasi respon stres. Akibatnya, masalah kecil menghasilkan lonjakan besar bahan kimia alami tubuh yang terkait dengan stres. Terlebih lagi, upaya dengan obat dan alkohol untuk menutupi stres sering mencegah orang dari menghadapi masalah secara langsung. Akibatnya, mereka tidak mampu mengembangkan cara yang efektif untuk mengatasi atau menghilangkan stres.

Baca Juga:  Stres - Respon Fisiologis Tubuh Terhadap Stres (Otak)

Pada kenyataannya, bahkan obat yang diresepkan untuk pengobatan kecemasan, seperti diazepam (Valium), lorazepam (Ativan), clonazepam (Klonopin), atau alprazolam (Xanax), dapat menjadi kontraproduktif dengan cara yang sama. Oleh karena itu, obat-obat ini hanya boleh digunakan dengan hati-hati di bawah bimbingan yang ketat dari dokter. Namun, jika stres menghasilkan masalah kejiwaan, seperti gangguan stres pasca trauma (PTSD), depresi klinis, atau gangguan kecemasan, maka obat-obatan psikotropika, khususnya selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI), sangat berguna. Contoh SSRI termasuk sertraline (Zoloft), paroxetine (Paxil), fluoxetine (Prozac), citalopram (Celexa), dan escitalopram (Lexapro).

Kita tahu bahwa stres kronis atau stres yang mengganggu keseharaian sangat berbahaya. Karena itu, penting untuk seseorang agar istirahat, atau cuti, berlibur, dan melepas penat. Lakukan makan siang tanpa berbicara tentang pekerjaan. Berjalan-jalanlah di sekeliling tempat kerja, daripada hanya duduk dan minum kopi. Gunakan akhir pekan untuk bersantai, jangan menjadwalkan begitu banyak acara sehingga Senin pagi sudah siap untuk beraktivitas lagi. Belajar mengenali dan menanggapi sinyal stres Anda.

Buat perencanaan dalam kehidupan. Struktur kehidupan seseorang yang memang sudah rutin memang tidak dapat mencegah hal-hal yang tidak terduga. Namun, orang yang memiliki perencanaan setidaknya mampu menanggapi hal yang tak terduga karena telah memperhitungkan halangan di depan. Berpikir ke depan dan mencoba untuk mengantisipasi kemungkinan, baik dan buruk, yang mungkin menjadi realitas di tempat kerja atau rumah. Dengan persiapan seperti ini, stres mampu menjadi menjadi kekuatan positif untuk bekerja dalam pertumbuhan dan perubahan.

Stres – Halaman Selanjutnya: 1 2 3 4 5 6 7 8 9