Penanganan Konstipasi pada Balita

DokterSehat.com– Konstipasi atau sembelit pada anak merupakan satu hal yang relatif normal. Hal ini sering terjadi pada sebagian besar balita. Gejala sembelit biasanya ditandai dengan buang air besar setelah 2 atau 3 hari, bahkan lebih, dengan feses yang keras dan mengejan saat buang air besar. Sembelit pada balita menyebabkan gerakan usus terluka.



Ada beberapa faktor yang menyebabkan konstipasi pada anak, diantaranya kurangnya makanan yang mengandung serat seperti buah dan sayur, kurangnya cairan (minum air putih), serta obat-obatan yang menyebabkan konstipasi seperti antasid, kalsium, zat besi, antidepresi, kodein, dan diuretik. Lalu bagaimana penanganannya?

Sebagian besar anak sangat susah untuk makan sayur dan buah, mereka lebih senang dengan makanan yang kering, misalnya dengan lauk telur, ayam, sosis, atau nuget. Kebiasaan mereka menyantap aneka junkfood mengalahkan buah yang memiliki nutrisi sangat baik. Faktor terbesar inilah yang biasanya banyak melanda. Karena itu pemberian serat berupa sayur, buah, kacang-kacangan, sereal, serta makanan berserat lainnya sangatlah penting. Gunakan berbagai trik agar anak mau mengkonsumsi sayur dan buah, misalnya dengan mencampurkannya pada makanan kesukaan mereka, membuat bentuk-bentuk yang menarik, atau menjadikan buah sebagai jus.

Tambahkan konsumsi air putih untuk balita setiap harinya. Selain itu perbanyak konsumsi jus buah segar. Namun khusus untuk susu, sebaiknya jangan terlalu banyak. Maksimal anak mengkonsumsi susu sebanyak 2-3 cangkir dalam sehari. Minum susu yang terlalu banyak merupakan salah satu faktor penyebab sembelit.

Kurangi makanan yang menyebabkan sembelit seperti keju, wortel, pisang, dan susu sapi. Sedangkan dengan penggunaan obat, dapat diberikan pencahar alami menggunakan buah prune (plum). Kandungan magnesium di dalamnya berperan sebagai pencahar. Buah yang mengandung serta tinggi ini dapat dibuat jus untuk konsumsi bagi anak.

Baca Juga:  Penyebab Bayi Baru Lahir Terinfeksi Hepatitis

Selain itu, banyak obat yang dapat dibeli diapotek. Obat ini dapat digunakan sehari atau  dua kali sehari hingga dosis dirasa cukup dengan kondisi feses telah lunak ketika BAB dalam setiap harinya. Namun hindari pengguanaan obat untuk menangani sembelit pada anak. Sebaiknya pun menghubungi dokter sebelum menggunakan obat untuk pencahar tersebut.