Hidrosefalus pada Anak – Penanganan dengan Obat

Pengobatan hidrosefalus dapat dilakukan dengan obat-obatan antara lain:

hidrosefalus pada anak

Penanganan medikamentosa
Pemakaian terapi medikamentosa (obat-obatan) ditujukan untuk membatasi evolusi hidrosefalus melalui upaya mengurangi sekresi cairan dari pleksus khoroid atau upaya meningkatkan penyerapannya. Pada dasarnya obat-obatan yang diberikan adalah duretika (obat yang membuang cairan dalam tubuh) seperti asetazolamid dan furosemid. Cara ini hanya efektif pada hidrosefalus tipe non obstruktif dimana terjadi sekresi CSS atau hambatan absorpsi CSS seperti pada kasus-kasus oklusi sinus, meningitis, atau perdarahan intraventrikuler pada neonatal.

Pemberian terapi diuretik dapat diberikan pada bayi prematur dengan perdarahan pada CSS (selama tidak terjadi hydrocephalus aktif) sambil menunggu apakah terjadi absorpsi CSS secara normal kembali.  Namun hal ini harus tetap diingat hanya sebagai terapi tambahan saja bukan sebagai terapi definitif. Diuretik yang diberikan adalah:

  • Acetazolamide

Acetazolamide bekerja dengan cara merintangi enzim karboanhidrase di tubuli proksimal ginjal, sehingga disamping karbonat, juga Na dan K diekskresikan lebih banyak, bersamaan dengan air. Fungsi diuretiknya lemah.

Efek samping dari obat ini biasanya kebas pada jari tangan dan kaki karena hipokalemia (kadar ion kalium yang rendah di darah). Beberapa dapat mengalami pandangan yang kabur, tapi biasanya hilang dengan penghentian obat. Acetazolamide juga meningkatkan resiko batu ginjal kalsium oksalat dan kalsium fosfat. Untuk mengurangi dehidrasi dan sakit kepala dianjurkan untuk minum banyak cairan.

Kontraindikasi bagi mereka yang mempunyai peyakit sickle cell anemia, alergi terhadap sulfa dan CA inhibitor, sakit ginjal atau hati, gagal kelenjar adrenal, diabetes, ibu hamil dan menyusui.

  • Furosemide

Furosemide bekerja sebagai loop diuretic kuat pada transport Na K Cl loop henle yang menaik tebal di ginjal untuk menghambat reabsorbsi Na dan Cl. Diuretik ini mengurangi air yang direabsorbsi kembali ke darah berakibat pada penurunan volume darah. Loop diuretik juga menyebabkan vasodilatasi vena pembuluh darah ginjal sehingga menurunkan tekanan darah.

Baca Juga:  Hidrosefalus pada Anak - Operasi

Efek samping lainnya dapat menyebabkan jaundice (kuning), tinitus, fotosensitif, ruam, pankreatitis (radang pankreas), mual, sakit perut, pusing, dan anemia.

Hidrosefalus pada Anak – Halaman Selanjutnya: 1 2 3 4 5 6