Pemerintah Inggris Meminta Industri Makanan Mengurangi Kadar Gula Hingga 20 Persen

DokterSehat.Com – Tanpa kita sadari, berbagai produk makanan yang kita konsumsi setiap hari, khususnya yang berupa makanan kemasan memiliki banyak sekali kadar gula di dalamnya. Hal ini berarti, konsumsi makanan kemasan akan membuat kita mengkonsumsi gula secara berlebihan dan membuat kita beresiko mengalami obesitas atau bahkan terkena masalah diabetes. Mengingat penikmat makanan kemasan sangatlah bervariasi dari mereka yang anak-anak hingga orang dewasa, maka pemerintah pun menghimbau industry makanan untuk menurunkan kadar gula dalam produk makanannya sebesar 20 persen setidaknya hingga tahun 2020 mendatang.

doktersehat-manis-gula-batu-diabetes-sugar

Pemerintah Inggris menetapkan strategi yang disebut sebagai Childhood Obesity Strategy untuk memastikan dunia industry mematuhi keinginan pemerintah ini. Namun, seperti biasa, hal ini mendapat banyak kritikan dan tentangan dari berbagai pihak.

Beberapa jenis industri yang disasar oleh pemerintah Inggris untuk menurunkan kadar gula dalam produk makanannya adalah industry kue, makanan ringan, es krim, pudding, selai, sereal, yoghurt, hingga biscuit. Makanan-makanan ini cenderung disukai oleh anak-anak sehingga jika hal ini dibiarkan, dikhawatirkan anak-anak masa kini akan beresiko tinggi mengalami obesitas.

Badan Kesehatan Dunia atau WHO menyebutkan jika idealnya setiap orang hanya mengkonsumsi gula tidak lebih dari 26 gram setiap harinya. Sayangnya, banyak dari kita yang tidak menyadari adanya kadar gula dalam makanan sehingga konsumsi gula harian bisa meningkat hingga 100 gram atau lebih setiap harinya. WHO menyebutkan jika Amerika Serikat adalah Negara dengan tingkatan rata-rata konsumsi gula harian tertinggi di dunia, yakni 126,4 gram per hari. Sementara itu, Inggris yang sedang ingin menurunkan kadar gula pada industri makanan sebenarnya hanya memiliki angka rata-rata konsumsi gula harian sebesar 93,2 gram per hari. Namun, angka ini masih jauh dari batas normal yang ditetapkan WHO sehingga pemerintah merasa perlu untuk melakukan tindakan demi mencegah masalah anak-anak obesitas.