Pemeriksaan TB tanpa Tes Dahak

DokterSehat.Com – Selama ini, untuk menegakkan diagnosis penyakit tuberkulosis secara akurat, dokter perlu melakukan pemeriksaan spesimen dahak sehingga diketahui apakah terdapat kuman Mycobacterium tuberculosis di dalamnya. Penelitian terbaru yang dilakukan di Stanford University School of Medicine menemukan bahwa pemeriksaan spesimen darah yang sederhana dapat mendiagnosis tuberkulosis aktif secara akurat. Penemuan ini didasarkan adanya ekspresi gen tertentu pada pasien tuberkulosis aktif yang berbeda dengan pasien dengan tuberkulosis laten maupun penyakit lainnya.

doktersehat-cedera-paru-efusi-pleura

Pemeriksaan dahak yang rutin dilakukan untuk menegakkan diagnosis TB masih memiliki beberapa kekurangan. Beberapa orang kesulitan mengeluarkan dahak saat diminta, baik volume dahak yang kurang atau pada kasus anak-anak yang tidak mengerti saat diberi arahan, sehingga sulit untuk menegakkan diagnosis. Selain itu beberapa pasien tidak menghasilkan dahak saat proses penyembuhan sehingga sulit untuk dievaluasi.

Pemeriksaan baru yang dikembangkan oleh Purvesh Khatri dkk dapat dilakukan pada pasien TB-HIV dan tidak memberikan hasil positif palsu pada pasien dengan TB laten atau individu yang telah mendapatkan vaksin TB. Pemeriksaan ini dapat dilakukan pada dewasa dan anak, baik yang sensitif maupun resisten terhadap terapi TB.

Tahun 2014 lalu, badan kesehatan dunia, WHO, menantang para peneliti untuk mengembangkan uji diagnostik yang lebih baik untuk mengidentifikasi TB aktif. WHO mengharapkan adanya suatu uji diagnostik yang memberikan hasil positif minimal 66 persen pada anak-anak dengan TB aktif. Metode pemeriksaan spesimen darah yang ditemukan Khatri memberikan hasil 86 persen sensitif pada anak-anak dengan spesifisitas 99 persen, artinya bila pemeriksaan pada 100 orang menunjukkan hasil negatif, 99 bukan merupakan pasien TB aktif.

Bakteri patogen yang menginfeksi sel tubuh menyebabkan reaksi rantai yang mengubah ekspresi ratusan gen manusia. Khatri mengindentifikasi adanya tiga gen manusia yang ekspresinya berubah dengan pola yang konsisten dan menunjukkan adanya infeksi TB aktif. Ketiga gen tersebut ditemukan pada 1400 sampel manusia dari 11 set data yang berbeda.

Baca Juga:  Ketahui Gerakan-gerakan Berikut Ini Bisa Cegah Kanker

Pemeriksaan ini tidak hanya akurat untuk menegakkan diagnosis TB aktif, tapi juga dapat digunakan untuk monitoring respon terapi pada pasien.

Diharapkan nantinya pemeriksaan ini dapat digunakan secara luas, termasuk di daerah rural, karena sampel yang dibutuhkan sederhana dan dapat didapatkan kapan saja. Selain itu yang dibutuhkan hanyalah mesin PCR sederhana yang mampu melipatgandakan strands DNA. Namun, yang mungkin dilupakan oleh peneliti bahwa harga untuk suatu pemeriksaan PCR tidaklah murah dan tidak semua layanan primer di negara berkembang memiliki mesin PCR.

 

Sumber:

  1. Purvesh Khatri, PhD et al. Genome-wide expression for diagnosis of pulmonary tuberculosis: a multicohort analysis. Lancet Respiratory Medicine, February 2016 DOI: 10.1016/S2213-2600(16)00048-5