Skiatika – Kapan Harus ke UGD dan Pemeriksaan yang Dilakukan

Pergilah ke bagian gawat darurat rumah sakit jika terjadi hal berikut bersama dengan skiatika.

doktersehat-konsultasi-Limfadenopati

  • Rasa sakit itu tak tertahankan, meski sudah dilakukan pertolongan pertama.
  • Rasa sakit setelah suatu kejadian, seperti terjatuh dari tangga atau kecelakaan mobil.
  • Rasa sakit ada di bagian belakang dada.
  • Individu yang mengalami skiatika tidak dapat bergerak atau merasa tungkai atau kakinya mati rasa dan tidak dapat digerakkan.
  • Individu yang mengalami skiatika kehilangan kendali atas perut atau kandung kemihnya atau telah mati rasa di alat kelaminnya. Ini dapat menjadi gejala sindrom cauda equina (kondisi sistem saraf serius yang disebabkan oleh kerusakan pada saraf di ujung kanalis vertebralis (ujung dari terowongan tulang belakang).
  • Individu yang terkena memiliki suhu tinggi (lebih dari 38,0oC).

Pemeriksaan apa yang akan dokter gunakan untuk mendiagnosis skiatika?
Skiatika adalah diagnosis klinis. Dengan kata lain, profesional perawatan kesehatan akan dapat membuat diagnosis berdasarkan riwayat medis pasien, pemeriksaan fisik, dan deskripsi tentang gejalanya. Jika pasien telah menderita skiatika hanya dalam waktu singkat dan tidak memiliki tanda adanya penyakit lain, tidak ada penelitian laboratorium atau rontgen sinar-X yang mungkin diperlukan.

Jika sakitnya tidak membaik setelah beberapa minggu, CT-scan (komputerisasi tomografi) atau MRI (magnetic resonance imaging) pada tulang belakang dapat dilakukan.

Jika pasien memiliki riwayat kanker, infeksi HIV, penggunaan obat-obatan terlarang, atau telah menggunakan steroid selama periode tertentu, dokter mungkin ingin mengevaluasi dengan memerintahkan melakukan rontgen polos sinar-X di bagian punggung atau scan tulang.

Terkadang, pemeriksaan laboratorium mungkin bisa membantu. Pemeriksaan jumlah darah lengkap dapat mengarahkan dokter untuk mengetahui adanya infeksi, anemia akibat kanker tertentu, atau penyebab skiatika yang tidak biasa lainnya. Tingkat sedimentasi yang meningkat dapat mengarahkan ke adanya suatu peradangan di suatu tempat di dalam tubuh. Urinalisis bisa mengarahkan ke diagnosis batu ginjal jika ada darah dalam urin, atau infeksi, jika ada bakteri dan nanah dalam urin.