Torsio Testis – Pemeriksaan dan Penanganan

doktersehat-pria-pinggang-besar-kanker-prostat-Gangguan-Stress-Pasca-Trauma-PTSD-diabetes-kutil-kelamin-konsultasi

Pemeriksaan fisik khas dari testis yang terpelintir akan menunjukkan nyeri skrotum yang teramat sangat disertai dengan pembengkakan testis di satu sisi dan testis tampak naik/tertarik ke atas. Tes laboratorium mungkin termasuk pemeriksaan urine dan pemeriksaan darah.

Skrotum juga dapat dicitrakan oleh satu atau lebih pemeriksaan radiologis. Pencitraan mungkin termasuk USG Doppler pada testis atau scan nuklir testis untuk menilai kecepatan aliran darah di testis. Pencitraan ini dilakukan tergantung pada pemeriksaan fisik dan waktu gejala. Tindakan penanganan dengan segera menjadi yang terpenting untuk menyelamatkan testis.

Penanganan Torsio Testis

Penanganan satu-satunya untuk torsio testis adalah pembedahan. Pada kesempatan yang langka, dokter mungkin dapat secara manual mengembalikan putaran testis, tapi hal ini tidak sering dilakukan. Karenanya, sangat penting bagi pria untuk segera melakukan evaluasi saat testisnya terasa nyeri.

  • Perawatan Mandiri di Rumah

Perawatan di rumah adalah bukan pilihan tepat, dan hanya akan mengakibatkan hilangnya testis. Bawa segera ke unit gawat darurat agar dokter dapat segera melakukan tindakan.

  • Perawatan Medis

Jika dokter Anda mencurigai torsi, dokter akan mengonsultasikan ke dokter urologi. Tergantung pada hasil wawancara dan pemeriksaan fisik, Anda dapat langsung dibawa ke ruang operasi atau Anda mungkin berkesempatan melakukan pemeriksaan radiologi. Kadang-kadang torsi testis dapat dipilin dengan tangan secara manual oleh dokter. Namun ingat, periode waktu untuk menyelamatkan testis 100% hanya 6 jam pertama dari sejak testis terpelintir.

  • Obat

Di ruang gawat darurat, pasien dengan torsi testis mungkin akan menerima obat penghilang rasa sakit kelas narkotika seperti morfin mengingat nyeri yang dirasakan sangat berat.

  • Operasi

Tujuan dari operasi adalah untuk menyelamatkan testis. Jika testis tidak dapat diselamatkan, testis akan diambil (prosedur yang dikenal sebagai orchiectomi). Jika putaran testis berhasil dikembalikan ke semula, testis akan dijahit dalam skrotum sehingga testis tidak bisa lagi memutar (disebut orchiopeksi). Testis lainnya juga akan menjalani fiksasi terhadap skrotum untuk menghilangkan risiko torsio testis di kemudian hari.

  • Terapi

Pasien yang memiliki testis yang tidak berfungsi dapat kembali untuk dilakukan penyisipan testis prostetik (testis buatan). Ini akan dilakukan hanya setelah urolog merasa bahwa penyembuhan dari operasi selesai.

Pencegahan Torsio Testis

Pencegahan torsio testis adalah dengan jalan orchiopeksi, yaitu fiksasi testis terhadap skrotum. Jika Anda melakukan metode ini, jangan khawatir mengenai tingkat kesuburan karena kesuburan dapat dipertahankan bahkan setelah kehilangan satu testis. Selain itu, tidak ada perubahan secara fisik setelah kehilangan satu testis.

Torsio Testis: 1 2