Kanker Rahim – Pemeriksaan Lain

Saat ini, tidak ada rejimen skrining yang dianjurkan untuk wanita tanpa gejala, termasuk mereka yang mengkonsumsi tamoxifen atau memiliki keturunan sindrom kanker kolorektal nonpolyposis (HNPCC).

doktersehat-hamil-tes-usg

Prosedur diagnostik
Sebuah pemeriksaan harus diselesaikan untuk menopause dan keputihan atau perdarahan untuk menyingkirkan kondisi kanker atau perubahan jaringan endometrium rahim. Selain itu, wanita yang lebih tua dari 35 tahun dan wanita muda yang lebih muda dari 35 tahun dengan faktor risiko kanker endometrium, seperti diuraikan di bawah, harus menjalani pemeriksaan untuk setiap perdarahan yang tidak teratur, berat, atau perdarahan yang terjadi bukan di periode menstruasi.

Diagnosis kanker rahim terletak pada patologi jaringan. Cara termudah adalah untuk mendapatkan jaringan dengan melakukan biopsi endometrium di klinik. Penggunaan biopsi telah terbukti efektif secara biaya dengan mengurangi jumlah perempuan yang membutuhkan kuretase dengan anestesi umum.

Sel-sel kelenjar atipikal (AGC) dilaporkan pada hasil pemeriksaan pap smear (Papanicolaou) dikaitkan dengan kanker sebesar 3-17%. Kanker dapat dari leher rahim, endometrium, ovarium, atau saluran tuba falopi. Oleh karena itu, bersama dengan penilaian serviks, biopsi endometrium sangat penting untuk wanita yang lebih tua dari 35 tahun, serta wanita muda yang berisiko untuk kanker endometrium. Demikian pula, kehadiran sel-sel endometrium di hasil tes Papanicolaou wanita pascamenopause ini, sel-sel endometrium atipikal, atau sel-sel endometrium tidak sinkron dengan menstruasi pada wanita yang lebih tua dari usia 40 tahun membutuhkan biopsi endometrium untuk menyingkirkan kemungkinan kanker.

Lain dengan adenokarsinoma uteri. Sarkoma uterus sulit untuk didiagnosa dengan pengambilan sampel endometrium, pencitraan, atau riwayat klinis. Diagnosis tidak ditegakkan sampai ada spesimen dari pemeriksaan patologis dari miomektomi atau histerektomi.