Infeksi H. Pylori – Pemeriksaan

Infeksi H. pylori dapat diobati oleh dokter layanan primer termasuk spesialis penyakit dalam keluarga dan dokter keluarga. Spesialis penyakit gastrointestinal, yang dikenal sebagai gastroenterologists, sering mengobati pasien dengan infeksi H. pylori.

doktersehat-hipertensi-kentang-konsultasi

Pemeriksaan apa yang mendiagnosis H. pylori?
Pengujian untuk infeksi H. pylori dapat dilakukan melalui sampel darah, tinja, atau napas. Juga, biopsi atau potongan kecil jaringan dari lapisan saluran cerna yang diperoleh selama endoskopi dapat memeriksa adanya bakteri H. pylori.

Biasanya pengujian ini dilakukan setelah diagnosis gastritis atau ulkus dibuat. Diagnosis tergantung pada praktisi perawatan kesehatan yang mengambil riwayat pasien dan mengajukan pertanyaan spesifik. Selain infeksi, ada penyebab lain dari penyebab gastritis dan ulkus yang berkaitan dengan gaya hidup termasuk merokok, konsumsi alkohol, dan penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid, misalnya aspirin, ibuprofen (Advil, Motrin), naproxen (Naprosyn, Aleve).

Pemeriksaan fisik akan menghasilkan lebih banyak informasi mengenai diagnosis sakit perut. Selain memeriksa perut, pemeriksaan dubur mungkin dilakukan untuk menguji darah di tinja.

Selain pemeriksaan untuk pengujian keberadaan bakteri H. pylori, tes darah lainnya dapat dilakukan untuk menyaring anemia (jumlah sel darah merah rendah) dan penyakit lainnya. Sampel urin dapat diambil untuk mencari infeksi.

Jika ada kekhawatiran terjadinya ulkus pada lambung, konsultasi dengan ahli gastroenterologi perlu dilakukan, dan kemungkinan perlu dilakukan endoskopi, di mana ahli gastroenterologi menggunakan tabung tipis dengan ujung berkamera untuk memeriksa lapisan esofagus, perut, dan duodenum.

Sebagai alternatif, pencarian ulkus di saluran pencernaan bagian atas seperti esofagus dan lambung dapat dilakukan dengan rontgen sinar-X. Dalam tes ini, sinar-X lambung diambil setelah pasien menelan barium atau jenis bahan kontras lainnya. Jika ulkus gaster ditemukan, endoskopi biasanya dianjurkan, karena beberapa ulkus berpotensi menjadi kanker. Ulkus di duodenum biasanya tidak memiliki potensi ini.