Pemberian Obat Cair Dengan Sendok Ternyata Masih Kurang Tepat

DokterSehat.Com – Anak-anak akan memiliki kecenderungan untuk sangat sulit meminum obat saat tubuhnya sedang sakit. Obat yang memang biasanya terasa pahit tentu akan sulit untuk ditelan. Karena alasan inilah banyak pakar kesehatan ataupun orang tua yang memilih obat cair dengan harapan lebih mudah diminum oleh anak. Sayangnya, dibalik kemudahan ini, kecenderungan kita untuk memberikan takaran obat dengan satuan sendok makan atau sendok teh alih-alih menggunakan ukuran yang lebih spesifik layaknya berapa mililiter (ml) dengan sendok takar bisa membuat anak-anak terkena overdosis obat. Tahukah anda, di Amerika Serikat sendiri, setiap tahunnya tercatat ada puluhan ribuh anak-anak yang dilarikan ke rumah sakit karena overdosis obat yang disebabkan oleh ketidaksengajaan kesalahan takaran sendok yang tentu kurang jelas dan seringkali tidak pas.

doktersehat-obat

Memang, dengan memberikan satuan layaknya sendok makan atau sendok teh, maka kita akan jauh lebih dimudahkan untuk mengukur seberapa banyak obat yang bisa kita berikan. Sayangnya, tidak semua sendok memiliki ukuran yang sama dan cukup sering terjadi dimana obat yang dituang ke dalam sendok ternyata memiliki takaran yang berlebihan dari yang dianjurkan sehingga beresiko memberikan masalah overdosis. Selain itu, terdapat pula banyak kasus dimana orang tua secara tidak sengaja salah membaca takaran sendok teh dengan sendok makan yang tentu saja akan sangat berbahaya bagi anak-anak. Melihat adanya fakta ini, pakar kesehatan pun kini mulai mempertimbangkan untuk lebih memperhatikan takaran obat dengan lebih baik.

Selain dokter dan orang tua, produsen obat pun ada baiknya kini mulai memberikan takaran obat yang jauh lebih pas dan tidak lagi dengan takaran non-metrik, khususnya dengan satuan sendok teh atau sendok makan. Selain itu, orang tua juga sebaiknya meminta sendok atau cangkir takar yang sudah memiliki ukuran metrik pada dokter yang memberikan obat cair sehingga kini obat yang diberikan pada anak pun akan menjadi lebih tepat dan lebih efektif meredakan masalah kesehatan pada anak.