Pembekuan Darah, Penyakit Orang Pasif

DokterSehat.com – Pembekuan darah atau Deep Vein Thrombosis (DVT) umumnya terjadi pada orang yang cenderung pasif, seperti terlalu banyak duduk dan kurang olahraga. Selain itu, DVT juga rentan terjadi pada orang yang memiliki varises dan penyakit jantung.



Penggumapalan darah bisa menjadi masalah serius karena dapat mempengaruhi organ tubuh penting lainnya. Pembekuan darah akan berbahaya bila muncul gejala berikut ini:

1. Tubuh akan merasa sakit. Berolahraga tida dapat menghilangkan rasa sakit tapi malah memperparah rasa sakit.

2. Bagian tubuh akan membengkak saat ada pembuluh darah yang tersumbat.

3. Sering mengalami kram di kaki saat malam hari.

4.  Perubahan warna kaki menjadi putih dan biru.

5. Daerah yang bengkak terasa panas dan hangat saat disentuh.

Untuk mencegah terjadinya DVT segera ubah kebiasaan pasif Anda menjadi lebih produktif. Berikut ini cara menghindari DVT sebagaimana dilansir dari Health:

1. Bergerak
Darah bisa menumpuk di kaki saat Anda duduk dalam waktu lama. Bila pekerjaan Anda menuntut untuk duduk dalam waktu lama, sebaiknya luangkan waktu berjalan-jalan setiap 1 atau 2 jam.

2. Hidup sehat
Segera ubah kebiasaan buruk seperti merokok atau makan berlebih agar berat badan tetap normal. Selain itu, minumlah banyak air untuk mengurangi risiko penggumpalan darah.

3. Hati-hati dengan obat-obatan tertentu
Risiko DVT juga dapat meningkat saat mengonsumsi pil kontrasepsi. DVT juga bisa diturunkan dari keluarga yang telah mengalami penyakit ini.

4. Mengetahui tanda dan gejala
DVT terkadang sulit diidentifikasi karena gejala yang ditunjukkan hampir sama dengan gangguan lain. Perhatikan bila kaki menunjukkan gejala seperti membengkak, sakit, kemerahan, mengalami perubahan warna, dan kulit terasa hangat saat dipegang. Bila gumpalan darah sudah menjalar ke paru-paru biasanya dapat menimbulkan sesak napas secara tiba-tiba

Baca Juga:  Faktor Risiko Hipertensi

5. Lebih proaktif
Bila tubuh menunjukan gejala pembekuan darah, cedera, atau akan melakukan operasi, maka segeralah berkonsultasi ke dokter. Informasikan kepada ahli meida bila sedang mengonsumsi pil kontrasepsi, pernah menjalani operasi, melakukan perjalanan panjang, atau cedera dalam 8 minggu sebelumnya.

Dari berbagai sumber