Kesalahan Pemakaian Kondom yang Sering Diabaikan Pria

doktersehat-pemakaian-kondom
photo credit: Freepik

DokterSehat.Com – Kondom adalah salah satu alat kontrasepsi termudah dan paling murah. Meski demikian, kondom mampu mencegah terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan dan paling penting dari semua, kondom bisa mencegah penularan penyakit menular seksual yang sangat berbahaya.

Nah, kemudahan yang diberikan oleh kondom ini membuat pasangan lebih banyak menggunakannya ketimbang kontrasepsi lain. Kondom tidak memberikan efek samping pada wanita seperti saat menggunakan IUD atau KB jenis suntik.

Meski kondom banyak digunakan oleh pria, tidak semua orang bisa menggunakannya dengan baik. Bahkan banyak kesalahan yang dilakukan oleh pria sehingga kondom jadi rusak atau malah tidak bisa masuk sama sekali.

Berikut lima jenis kesalah penggunaan kondom yang sering dilakukan oleh pria.

  1. Tidak menekan ujungnya

Kondom memiliki ujung berupa benjolan kecil yang dipersiapkan untuk menampung sperma yang keluar. Sebelum memakai kondom ada baiknya untuk menekan ujung dari kondom agar tidak ada udara di sana. Selanjutnya setelah kondom terpasang sebagian, ujung bisa dilepas.

Selama ini pria jarang sekali menekan ujung kondom sebelum dipakai. Akibatnya, kondom susah digunakan untuk melapisi penis. Mungkin kondom bisa masuk, tapi akan ada lekukan di sekitar penis yang menyebabkan sensasi tidak nyaman pada penis.

  1. Memakai ukuran yang salah

Kondom yang dijual di pasaran sebenarnya memiliki ukuran yang berbeda-beda. Setiap ukuran penis memiliki kondom yang cocok sehingga tidak melukai penis atau terlepas saat digunakan oleh pria.

Kondom yang kekecilan akan menekan erat ke penis dan menyebabkan rasa sakit. Sementara itu kondom yang terlalu besar akan mudah terlepas sehingga kemungkinan tersangkut di salam vagina masih ada.

  1. Memakai rangkap

Beberapa pria yang takut kondomnya bocor akan memakai kontrasepsi ini secara rangkap. Apa yang dilakukan pria ini sebenarnya tidak benar karena bisa membuat penis jadi sakit dan kemungkinan besar menurunkan rasa nikmat.

Lebih baik memakai satu kondom saja asal ukurannya benar. Kalau ukuran kondom benar kemungkinan terjadi sobek atau bocor akan jarang terjadi. Selain itu sobeknya kondom juga dipengaruhi oleh pelumas yang digunakan dan intensitas seks yang dilakukan.

  1. Memakai saat penis tidak ereksi

Bagi Anda yang belum pernah memakai kondom sebelumnya mungkin akan bingung kapan saat yang tepat untuk memakai. Kondom seharusnya dan wajib dipakai saat penis mengalami ereksi sempurna. Saat penis memiliki ketegangan sempurna, kondom akan mudah dipasang sehingga seluruh permukaan bisa ditutupi serta kemungkinan terlepas akan sangat rendah.

Kalau Anda memasang kondom saat penis belum ereksi sempurna, karet pengaman ini akan susah dipasang. Bahkan kemungkinan penis masuk dengan sempurna akan rendah. Saat penis sudah masuk dan akhirnya mengalami ereksi, kondom akan menekan erat sehingga kemungkinan menimbulkan rasa sakit cukup tinggi.

  1. Tidak dicek kedaluwarsanya

Sebelum memakai kondom apa pun jenisnya, selaku cek tanggal kedaluwarsanya. Setiap kondom memiliki waktu pakai yang berbeda-beda. Kalau Anda memakai kondom yang sudah kedaluwarsa, kemungkinan alat ini robek saat digunakan bisa saja terjadi. Selain itu bahan baku kondom seperti lateks dan cairan pelumas bawaan bisa jadi berbahaya kalau bersentuhan dengan penis.

Selain masalah kedaluwarsa, penyimpanan kondom juga menjadi hal yang harus diperhatikan. Kalau kondom disimpan di tempat aman seperti tetap di dalam kotaknya mungkin tidak masalah saat akan dipakai. Namun, kalau kondom disimpan di dalam dompet dan tertekan erat, bisa jadi rusak dan tidak bisa digunakan.

Mari lebih memperhatikan penggunaan kondom. Kalau Anda sembrono dalam hal kondom, alat ini bukannya melindungi, malah memberikan efek tidak nyaman pada penis. Semoga bermanfaat!